BALITAR.ID, Blitar – Dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Blitar yang ke 695, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar melaunching logo Hari Jadi 695 tahun Kabupaten Blitar dan 50 motif kain batik hasil karya para desainer batik asal  Blitar. Launching tersebut berlangsung di pelataran Amphitheater Candi Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Kamis (27/6/2019).

Pada acara launching tersebut, Bupati Rijanto memperkenalkan sejumlah motif kain batik yang merupakan hasil karya cipta pegiat batik lokal Blitar. Batik-batik tersebut memiliki motif unik yang melambangkan kebesaran budaya dan kearifan lokal Kabupaten Blitar.

Seperti halnya kain batik dengan corak relief Candi Palah atau yang lebih dikenal dengan Candi Penataran dipamerkan bupati. Selain itu, ada juga batik dengan motif yang  asal usul nama desa di Kabupaten Blitar.

“Untuk menciptakan karya yang benar-benar melambangkan Blitar, diangkatlah berbagai macam potensi yang ada di Kabupaten Blitar ini. Dituangkan di dalam kain batik. Ya salah satunya juga seperti batik yang menggambarkan candi-candi yang ada di Blitar, batik budaya Blitar. Ini luar biasa,” tandas Bupati Rijanto kepada awak media, Kamis (27/06/2019).

Sementara itu, Rijanto juga sangat mengapresiasi hasil karya para perajin kain batik di Kabupaten Blitar yang telah mempersembahkan maha karya yang penuh nilai seni tersebut kepada masyarakat. Oleh karena itu, kedepannya pemerintah akan mendukung penuh para pegiat batik Blitar untuk meningkatkan perekonomian dan sektor bisnis di Kabupaten Blitar.

“Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pengarajin batik di Blitar ini. Pemkab Blitar juga tidak henti-hentinya mendorong terus kemajuan industri batik di Kabupaten Blitar. Hasilnya, saat ini di masing-masing kecamatan sudah memiliki batik khas. Begitu pun pengrajin batik kian tumbuh subur di Kabupaten Blitar,” katanya.

“Terima kasih penggiat batik yang berkarya menciptakan batik khas Kabupaten Blitar. Kami berharap ke depan batik khas Blitar ini semakin berkembang. Industri batik semakin maju sehingga dapat mengangkat perekonomian Kabupaten Blitar,” imbuh bupati dalam kegiatan yang juga dihadiri seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, dan Forum Komunikasi Pemimpin Daerah (Forkopimda) Kabupaten Blitar itu.

Sementara itu, salah satu perajin batik asal Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro Umayyah (50), mengaku hasil  karyanya sangat didukung dan mendapatkan apresiasi penuh dari pemeritah daerah. Menurutnya, kegiatan ini sangat positif dan menambah semangat para pegiat batik di Blitar untuk terus berkarya.

“Awalnya kegiatan lomba desain batik beberpa waktu lalu cuman sebatas even perlombaaan saja. Ternyata ada even launcing ini kita jadi semakin bersemangat untuk berkarya. Selain itu dari segi pemsaran pemerintah juga mendukung para pegiat batik dengan mengikut sertakaan wali batik,” ungkapnya.