BALITAR.ID, Blitar – Pisowanan Agung dan kedatangan Kirab Hurub Hambangun Praja ‘Kiblat Papat Limo Pancer’ di Pendopo Ronggo Hadinegoro menjadi upacara puncak prosesi peringatan Hari Jadi Blitar ke-695. Prosesi upacara ini, diawali dengan kirab Pisoanan Agung dari halaman Aloon-aloon Blitar menuju Pendopo Ronggo Hadi Negoro, Senin (05/08/2019).

Wakil Bupati Blitar, Marhaenis Urip Widodo yang bertindak selaku inspektur upacara. Upacara ini diikuti seluruh jajaran Forkompimda dan (Organisasi Perangkat Daerah) yang terdiri dari seluruh Kepala Dinas di Kabupaten Blitar, Kepala Desa, Lurah, Camat, Perangkat Desa/Kelurahan, ketua BPD/FMK, ketua LPMK/LPPD, dan berbagai lapisan masyarakat.

Dalam upacara tersebut, Pisoanan Agung berpakain layaknya pakaian ala kerajaan dan peserta upacara mengenakan pakaian tradisional ala adat Jawa.

Usai upacara, dengan dipimpin Camat masing-masing, peserta mengarak panji-panji desa/kelurahan/kecamatan menuju Pisowanan Agung. Kemudian persemayaman kitab sejarah dan panji lambang daerah diserahkan kepada Bupati Blitar, di Pendopo Agung Ronggo Hadinegoro.

Di belakang rombongan pengiring panji, juga diusung dua tumpeng, yaitu tumpeng lanang yang terbuat dari nasi kuning lengkap dengan laup pauknya, serta tumpeng wadon yang terbuat dari buah-buahan.

Dua tumpeng tersebut sebagai ungkapan rasa sukur atas kemakmuran yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa kepada masyarakat Blitar. Selain itu sekaligus sebagai perwujudan doa agar datangnya musim kemarau kali ini, tidak membawa malapetaka bagi masyarakat Blitar.

Bupati Blitar, Rijanto mengatakan, pada Hari Jadi Blitar ke-695 ini, Kirab Hambangun Praja kali ini mengambil tema ‘Kiblat Papat Limo Pancer’. Sebelumnya, Panji lambang daerah Kabupaten Blitar, Kitab Sejarah Kabupaten Blitar dan Damar Hurub Hambangun Praja telah di kirab selama 25 hari menuju Kiblat Papat dan seluruh kecamatan dan desa-desa di Kabupaten Blitar.

“Yang dimaksud dengan Kiblat Papat Limo Pancer tersebut yaitu Pendopo Ronggo Hadinegoro sebagai pancer atau pusat dari Kabupaten Blitar. Sebelumnya pada Jumat 12 Juli lalu, Panji lambang daerah Kabupaten, Kitab Sejarah dan Damar Hurub Hambangun Praja di Kirab Menuju Kiblat Lor yaitu Candi Penataran,” kata Bupati.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, setelah dikirab di kiblat lor, pusaka-pusaka Kabupaten Blitar dikirab menuju Kiblat Kulon yaitu petilasan prasasti Padelegan Desa Pikatan, Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar. Setelah itu, dilanjutkan menuju kiblat kidul yaitu Candi Simping Desa Sumberjati, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar.

Sementara untuk kiblat wetan, Kirab Hambangun Praja diarak ke Prasati Munggut di Desa Babatan, Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar. Untuk memeriahkan dan mengenalkan Hari Jadi Blitar pada masyarakat, di masing-masing kiblat tersebut diadakan hiburan rakyat seperti pagelaran wayang kulit, jaranan maupun campursari.

Bupati Blitar menjelaskan, tentang kelebihan Kirab Hurub Hambangun Praja kali ini dibanding sebelumnya, yang mana tahun ini kirab dilakukan ke seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Blitar dengan menginap semalam di masing-masing Kecamatan. Setelahnya, Kirab Hambangun Praja bertolak menuju Candi Sawentar Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro lalu pada 3 Agustus 2019 kemarin diarak menuju Pendopo Sasanan Adi Praja, pusat pemerintahan Kabupaten Blitar.

“Pada tanggal 3 Agustus kemarin, Kirab Hurub Hambangun Praja tiba di Pendopo Sasana Adhi Praja pusat pemerintahan Kabupaten Blitar dan dimeriahkan dengan pagelaran Trotoar Blitar Festival (Blitar Palah Festival) dengan menghadirkan pameran fashion batik, parade mobil hias dan berbagai tampilan yang luar biasa untuk mengenalkan berbagai potensi Kabupaten Blitar pada seluruh masyarakat,” ujar Bupati.

Kirab Hambangun Praja diakhiri dengan kedatangan Pisowanan Agung di Pendopo Ronggo Hadinegoro bertepatan dengan Hari Jadi Blitar pada 5 Agustus 2019. Sebelumnya, pada tanggal 4 Agustus 2019 menjelang puncak Hari jadi pada malam harinya diadakan malam tirakatan dan pembacaan Kitab Serat Ambiya semalam suntuk, dengan harapan acara puncak Hari Jadi Blitar ke 695 kali ini membawa keselamatan, keberkahan dan kemakmuran Bagi Kabupaten Blitar.

“Kirab Hurub Hambangun Praja dan Pisowanan Agung ini sekaligus untuk mengenalkan pada masayarakat tetang sejarah Berdirinya Kabupaten Blitar pada 5 Agustus. Dengan mengetahui sejarah Hari Jadi Kabupaten Blitar sendiri, dimaksudkan supaya masyarakat memiliki rasa memiliki dan memupuk rasa kecintaannya pada Blitar guna menciptakan Kabupaten Blitar lebih sejahtera, maju dan berdaya saing,” pungkas Bupati.