BALITAR.ID, Blitar – Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga Disparbudpora Kabupaten Blitar bersama Forum Pemuda Pelopor Kabupaten Blitar menggelar Ngopi Bareng Kepeloporan Pemuda Blitar 2019 yang pertama di Gedung Graha Bhakti Budaya Disparbudpora Kabupaten Blitar. Minggu (24/3/2019). Acara yang dikemas santai ini dibuka dengan sambutan Kepala Dinas Parbudpora Kabupaten Blitar Suhendro Winarso S.STP, M.Si dan disusul materi kepeloporan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar, Krisna Triatmanto Eko Susanto, ST., M.Si., Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Blitar, jajaran Forum Pemuda Pelopor Kabupaten Blitar dan diikuti oleh sekitar 100 peserta yang merupakan perwakilan dari seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Blitar. Kepala Dinas Parbudpora, Suhendro Winarso mengatakan bahwa acara santai ini bertujuan untuk mengsosialisasikan sekaligus menyaring pemuda yang berpotensi menjadi pemuda penggerak sekaligus pelopor di Kabupaten Blitar. “Acara Ngopi Bareng ini diistilahkan Ngolah Pikir atau bisa Ngobrol Pintar, tentunya Disparbudpora melalui bidang Kepemudaan ingin mengajak pemuda-pemudi  untuk menggali potensi-potensi yang di Kabupaten Blitar. Karena bagaimanapun juga pemuda itu adalah agent of change, jadi mereka itu lah yang berpengeruh terhadap lingkungan terutama dibidang kepeloporan,” ujar Suhenro. Ia menambahkan, menambahkan bahwa acara ngopi bareng tersebut tidak hanya berbicara tentang pendataan potensi saja, akan tetapi lebih kepada mengenali karakter para pemuda dan kedepannya pihaknya bisa menentukan kebijakan apa yang bisa dilakukan pemerintah untuk mengembangkan potensi pemuda-pemuda di Blitar. “Dengan menggelar acara-acara seperti ini, kita akan lebih dekat, bisa bertukar pemikiran dan bisa mengenali karakter pemuda-pemuda kita. Dengan demikian yang kita harapkan nantinya pemuda-pemuda-pemuda Blitar ini bisa berprestasi keluar daerah namun tetap menjaga identitas keBlitarannya,” ungkapnya. Sementara itu, dalam diskusi santai ini Pemuda Pelopor Kabupaten Blitar terdahulu pun turut andil memberikan materi dan tukar pemikiran tentang kepeloporannya masing-masing dan menceritakan kisah suksesnya pada peserta. Mulai dari Ahmad Rifai, Mutarom Salasa, Muji Pranoto, Ana Khusnul Khotimah, dan Dolis Setiawan yang menceritakan proses masing-masing hingga akhirnya dapat menyabet sebagai juara Pemuda Pelopor baik di tingkat Provinsi maupun Nasional. Suhendro berharap, kegiatan-kegiatan literasi kepemudaan seperti ini nantinya bisa diadakan kembali, dengan nuansa yang lebih menarik lagi. Tujuannya tidak lain untuk sarana bertukar pikiran dan wawasan para pemuda untuk nantinya bisa berprestasi mewakili Kabupaten Blitar diajang kepeloporan berikutnya. “Yang kita butuhkan adalah bagaimana kreatifitas mereka tumbuh, produktifitas mereka bisa meningkat, bagaimana mereka bisa membangun jejaring dan berkolaborasi untuk memajukan daerah. Target kami sebenernya kita tidak berbicara bagaimana caranya untuk dapat penghargaan, penghargaan itu hanya bonus saja lah. Tetapi yang lebih kita tekan kan adalah karya nyata dibidang mereka masing-masing,” tandasnya.