BALITAR.ID, Blitar – Tim kesenian Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Blitar Unjuk Kebolehan di Festival Kesenian Kawasan Selatan 2019 yang digelar di Lapangan Gor Tumpang, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang pada Jumat (6/9/2019).

Dalam kesempatan ini Tim kesenian Disparbudpora membawakan tarian upacara Kirab Hurub Hambangun Praja dan tari Rambut Monte yang syarat akan nuansa adat istiadat dan kesan sakral.

“Dari tema besar yang diberikan Disbudpar Jatim intinya diusahakan untuk mengangkat desa wisata yang ada di daerah masing-masing yakni Kabupaten Blitar dalam kesempatan ini Tim kesenian Disparbudpora membawakan tarian upacara Kirab Hurub Hambangun Praja dan tari Rambut Monte,” ungkap Novyta Mijil Purwana sutradara tari Tim Kesenian Disparbudpora Kabupaten Blitar saat ditemui BALITAR.ID

Konseptor tari muda asal Blitar yang akrab disapa Mijil tersebut mengatakan, Tari Rambut Monte yang ia konsep menampilkan potensi desa wisata krisik dengan tarian tersebut. Menurutnya, Rambut Monte merupakan salah satu destinasi andalan di Desa Wisata Krisik di Kabupaten Blitar yang syarat dengan budaya dan kearifan lokal masyarakatnya yang cukup kental.

“Yang kita ambil adalah mengenai sejarah atau peristiwa yang ada di Rambut Monte yaitu salah satunya folklor Mbah Monte yang disimbolkan dengan kebaikan melawan berhala dan pasukannya dan akhirnya mbah monte itu menang. Kemudian berhala dan pasukannya dikutuk menjadi candi Rambut Monte di kawasan tersebut,” jelasnya.

Mijil menambahkan, tarian ini merupakan garapan yang pernah diangkat sebelumnya. Namun ada sedikit aransemen pada gerakan tari yang ditampilkan agar dapat menonjolkan tema desa wisata yang ia angkat kali ini.

“Tarian ini sebenarnya garapan yang sudah pernah diangkat, dan kita olah sedikit untuk menampilkan tema yang berbeda. Dengan nuansa desa wisata di Festival Kesenian Kawasan Selatan 2019 ini harapannya dapat menambah khasanah budaya dan perbendaharaan kesenian di Kabupaten Blitar. Serta dapat mengangkat potensi desa wisatanya,” tandasnya.

Selain itu, pada festival kesenian termegah di kawasan selatan Jawa Timur tersebut Tim Kesenian Kabupaten Blitar juga membawakan upacara Kirab Hurub Hambangun Praja ‘Kiblat Papat Limo Pancer’ yang syarat akan filosofi semangat membangun daerah. Dengan ini secara tak langsung mendorong warga semangat mengembangkan potensi Kabupaten Blitar melalui potensi budaya.