BALITAR.ID, Blitar – Sutradara Hollywood asal Blitar, Livi Zheng kembali merilis film terbarunya dengan judul ‘Bali: Beats of Paradise’ yang diputar perdana di Bioskop CGV Cinemas Blitar Square, Kota Blitar pada Selasa (6/8/2019) malam.

Pada pemutaran perdana film Bali: Beats of Paradise kali ini terlihat cukup ramai. Sejak pukul 18.30 penonton nampak sudah mulai berdatangan dan memenuhi pintu depan bioskop CGV Cinemas di Blitar Square Kota Blitar.

Sejumlah pejabat di Pemkab Blitar dan Pemkot Blitar juga ikut menonton pemutaran perdana film itu. Tampak hadir di ruang bioskop Audie 3 CGV Cinemas Blitar Square antara lain, Bupati Blitar, Rijanto bersama keluarga dan juga Plt Wali Kota Blitar, Santoso dan juga Kepala Dinas Parbudpora Kabupaten Blitar, Suhendro Winarso.

Film yang mengkisahkan tentang perjalanan hidup seorang penari sekaligus seniman gamelan dari Bali yang bernama I Nyoman Wenten. Dalam film ini diceritakan juga kolaborasi antara Wenten dengan musisi dunia Judith Hill.

Keduanya menggarap lagu Queen of the Hill, yang menggabungkan antara musik gamelan Bali, tari Bali dengan musik barat bergenre funk. Film ini dikerjakan selama satu tahun dengan mengambil lokasi Bali dan Los Angeles. Selain Judith Hill, I Wayan Balawan gitaris jazz Indonesia asal Bali yang terkenal dengan Touch Tapping Stylenya itu juga diangkat dalam film ini.

Setelah pemutaran film tersebut para penonton yang hadir nampak antri untuk berfoto dengan sutradara Hollywood asal Blitar tersebut. Dalam kesempatannya Livi Zheng mengatakan, film ini rencananya akan mulai diputar untuk umum di bioskop Indonesia pada 22 Agustus 2019 mendatang.

“Ini pemutaran premier film saya, Bali: Beats of Paradise. Film ini akan diputar untuk umum di bioskop Indonesia mulai 22 Agustus 2019,” kata Livi Zheng, sebelum pemutaran film dimulai.

Ia menambahkan alasannya mengangkat Gamelan Bali karena suara instrumen tersebut kerap dimasukkan dalam film-film Hollywood sebagai pengiring adegan. Sebut saja Film Avatar, Star Trek (TV Seri), dan bahkan mucul juga dalam Game Mario Bros.

Sayangnya, tidak banyak orang asing yang tahu berasal dari manakah suara gamelan, dan seperti apakah seni gamelan itu sesungguhnya.

“Dengan adanya film dokumenter tentang Gamelan ini, kami berharap mata dunia terbuka lebar-lebar, bahwa Gamelan Bali itu merupakan seni budaya asli Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Blitar Rijanto sangat mengapresiasi karya sutradara Hollywood kelahiran Blitar tersebut. Dalam kesempatannya Bupati mengatakan, semoga film karya anak Blitar ini semakin dikenal dan nantinya kembali akan mengangkat kembali Blitar ke layar lebar dan Blitar akan semakin dikenal dunia.

“Semoga film karya Livi semakin dikenal dan tentunya jangan lupa, Livi ini juga sedang membuat film yang nantinya akan mengangkat Blitar ke layar lebar untuk dikenalkan pada dunia dengan judu The Santri. Tentunya Blitar bangga punya sutradara Hollywood yang terkenal seperti Livi Zheng,” ungkap Bupati.

Perempuan kelahiran Blitar pada 1989 itu mengatakan sehari sebelum pemutaran perdana di Blitar, film itu diputar di Malang. Setelah dari Blitar, rencananya film itu akan diputar di Surabaya, Bali, dan Jakarta.

Dikatakan Livi, film itu sudah diputar lebih dulu untuk umum di Amerika, Korea, Singapura, dan Cina, pada akhir 2018. Film layar lebar dengan durasi sekitar satu jam itu mengangkat kisah nyata perjalanan hidup seorang seniman asal Bali, I Nyoman Wenten yang sukses di Amerika.