BALITAR.ID, Blitar – Dalam rangka meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pemandu wisata alam sesuai standart kompetensi kerja nasional Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Blitar menggelar Pelatihan Pemandu Wisata Alam (Ekowisata),

Pelatihan pemandu wisata alam ini digelar selama tiga hari yaitu bertemat di Gedung Graha Bhakti Budaya Disparbudpora Kabupaten Blitar dan dilanjutkan kegiatan Outing Program di Clungup Mangrove Conservation (CMC) Pantai Tiga Warna Sendangbiru, Sumbermanjing Malang. Kamis-Sabtu (27-29/06/2019).

Dalam kesempatan ini para pemandu digembleng materi sekaligus praktek-praktek pemanduan di lapangan. Mulai dari managemen potensi wisata, managemen destinasi, pengelolaan CSR, segmentasi pasar serta praktek profesi pemandu.

Dalam kesempatannya di CMC Tiga Warna para peserta pemandu ekowisata setidaknya dapat belajar banyak hal baru selain tentang materi kepemanduan. Hal ini dikarenakan Clungup Mangrove Conservation (CMC) Tiga Warna, merupakan sebuah kawasan konservasi di Malang selatan yang mengutamakan prinsip keseimbangan ekosistem. Hal ini dilakukan demi menjaga keindahan dan lingkungan sekitar, tanpa sepenuhnya melarang kunjungan wisatawan.

Menariknya, selain belajar praktek kepemanduan para peserta pelatihan dari Blitar bisa belajar banyak hal baru dari CMC Tiga Warna. Salah satunya adalah melakukan reservasi sebelum kunjungan. Hal ini karena pengelola membatasi kunjungan wisatawan, maksimal hanya 100 orang per hari. Meski sedikit mengorbankan nilai ekonomi, keputusan tersebut diambil demi terus menjaga keseimbangan ekosistem.

Selain itu, pengunjung juga diwajibkan membawa pulang sampah mereka sendiri. Jadi sebelum memasuki kawasan pantai, barang bawaan pengunjung akan diperiksa terlebih dahulu. Terutama yang berpotensi menjadi sampah selama berada di sekitar pantai.

Begitu pulang nanti, bawaan pengunjung akan kembali diperiksa di loket keluar. Setiap orang wajib membawa pulang sampah masing-masing. Apabila kurang dari yang sudah dicatat, pengelola takkan segan menjatuhkan denda yang lumayan.

Tujuannya tidak lain untuk meningkatkan kapasitas guide dalam memandu para wisatawan di destinasi wisata alam. Hal ini dikarenakan, untuk memandu di wisata alam tentu haus memiliki skill khusus dan kecakapan dalam memandu menjadi penting untuk keselamatan wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Blitar Suhendro Winarso dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini selain bertujuan meningkatkan kapasitas SDM para pemandu wisata alam, juga sebagai bentuk peningkatan pelayanan bagi para wisatawan yang berkunjung di wisata alam di Blitar.

“Yang menjadi harapan besar kami dari dinas, peningkatan kualitas SDM ini merupakan salah satu bentuk sinergi antara promosi dan pelayanan kita terhadap pelayanan. Selain kita dorong kemajuan tiap destinasi melalui promosi maka pelayanan kita terhadap pengunjung juga perlu kita imbangi dengan pelayanan lewat pemandu wisata alam ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, kemajuan pariwisata Kabupaten Blitar akan bisa sukses jika para pegiat wisata di Blitar bisa berjalan beriringan. Semakin para pegiat wisata bisa berkolaborasi dan mendukung dalam bidangnya masing-masing dan terintegrasi dengan baik maka nama Blitar akan semakin dikenal.

“Jadi ketika berbicara pariwisata, kali ini yang lebih kita tekankan adalah di bidang promosi. Seperti belakangan ini kita juga bekerjasama dengan sutradara terkenal Livi Zeng akan kembali membuat sebuah film layar lebar kelas internasional yang lokasi shootingnya juga bertempat dibeberapa negara dan salah satunya di Indonesia akan bertempat di Blitar,” paparnya.

Dari sini diharapkan para pegiat wisata di Blitar juga harus bersiap. Dimana hal tersebut diharapkan akan membawa rasa penasaran dari para wisatawan untuk berkunjung ke destinasi wisata alam di Blitar.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengembangan Kelembagaan Desitinasi Wisata Disparbudpora Kabupaten Blitar Arkham Maulana menambahkan, Pelatihan Pemandu Wisata Alam (Ekowisata) kali sekaligus menjadi upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan keamanan dan kenyamanan pengunjung wisata alam di Blitar.

“Harapan kami dengan adanya standarisasi pemandu wisata alam kali ini untuk meningkatkan kualitas SDM dari pengelola destinasi-destinasi wisata alam di Blitar agar lebih baik lagi. Terutama di wisata pantai dan susur sungai di Blitar ini agar lebih safety lagi”, tuturnya.

Hal ini dibenarkan oleh instruktur pemandu Wisata Alam dari East Java Ecotourism Forum Agus Wiyono, Ia mengatakan, Dalam pemandu ekowisata ada beberapa poin Standart Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) diantaranya yaitu, pengertian ekowisata, dasar-dasar pemanduan, teknik pemanduan, pelayanan prima dan juga mitigasi resiko bencana saat keadaan darurat.

“Jadi disana ada lima unit yang distadartkan maka untuk pelatihan kali ini materi yang kami sampaikan diantaranya pemahaman tentang ekowisata, jadi biar mereka ngerti apa bedanya ekowisata dengan jenis wisata yang lain, yang kedua dasar-dasar pemanduan, Teknik-teknik kepemanduan. Terus pelayanan prima, jadi bagaimana melayani wisatawan dalam segala aspek termasuk kesehatn dan kebutuhan tertentu dari wisatawan dan terakhir penanganan dalam situasi darurat,” papar Agus.