BALITAR.ID, Blitar – Sebanyak 26 peserta dari sekolah tingkat SMA/SMK se Blitar raya beradu kreativitas membuat patung biota laut dari pasir dalam Festival Patung Pasir di pantai Serang, Blitar, Minggu (8/9/2019).

Festival ini di inisiasi oleh masyarakat Desa Serang dan kelembagaan masyarakat mulai Pokdarwis, pemuda-pemuda kita kumpulkan jadi satu untuk menyelenggarakan festival tahunan ini. Festival Patung Pasir merupakan rangkaian kegiatan dari Serang Culture Festival 5 yang kegiatannya dimulai sejak awal bulan September hingga pertengahan bulan.

Kepala Desa Serang, Handoko mengatakan, festival ini digelar untuk mengoptimalkan potensi yang ada di Desa Serang sebagai Desa Wisata.

Festival ini merupakan rangkaian dari budaya adat tradisi turun-temurun tiap 1 Suro yakni Larung Sesaji. Jadi embrio serang culture festival ini adalah tradisi Larung Sesaji. Dulu hanya larung Sesaji itu, tapi sejak 2015 kita rintis dengan rangkaian even tahunan yang kita kemas dalam rangkaian kegiatan.

Handoko menambahkan, dalam Serang Culture Festival ini terdiri dari berbagai kegiatan ada Festival Layang-layang, festival patung pasir, pelepasan tukik, Serang Jazz Festival dan juga Serang Barong Festival.

“Jadi rangkaiannya tentatif memang, tapi yang selalu kita hadirkan tiap tahun yakni Festival Layang-layang yang kita gelar tanggal 1 September kemarin, Festival Patung Pasir kali ini yang diikuti pelajar SMA dan SMK se Blitar raya, terus pelepasan tukik wujud kepedulian kita terhadap ekosistem biota laut yang dilindungi, tanggal 14 ini kita pelepasan seribu ekor tukik,” paparnya.

Dilanjutkan pada malam harinya ada event Serang Jazz, terus Minggu pagi serang fishing festival, lalu dilanjutkan Festival Keroncong. Serang Culture Festival nantinya ditutup dengan pagelaran Seribu Barong yang diikuti oleh pegiat seni Barong se Blitar raya pada Minggu 22 September mendatang.

Untuk Festival Patung Pasir ini mengusung tema Biota Laut sebagai tantangan sekaligus menguji para peserta dalam mengenal ekosistem laut dan kreasi seni.

“Festival ini melibatkan pelajar SMA dan SMK se Blitar raya ini tentunya kita memberikan suatu wadah kreasi di seni patung pasir. Yang kedua untuk edukasi bahwa kreativitas ini juga merupakan kegiatan konservasi untuk mengkampanyekan pantai tanpa sampah plastik. Selain itu, kita mengangkat tema biota laut ini juga menjadi Edukasi untuk memperkenalkan kekayaan biota laut yang ada di pantai serang,” jelas Handoko.

Serang Culture Festival yang memasuki tahun ke-5 kali ini juga diharapkan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan baik dalam maupun luar negeri, sekaligus menjadi ikon tahunan yang ditunggu para wisatawan di Pantai Serang.

“Tentunya harapan kita setelah Serang Culture Festival ini sesuai dengan tema kita bahwa event ini tidak semata-mata promosi wisata saja, akan tetapi pada prinsipnya filosofi kita di festival ini kebudayaan dan kegiatan yang jadi rangkaian acara ini terus terjaga terus dilestarikan oleh generasi selanjutnya,” tukasnya.