BALITAR.ID, Blitar – Berdiskusi atau ngobrol sambil minum kopi adalah budaya masyarakat Indonesia, terutama dikalangan dewasa hingga remaja. Budaya ngopidi warung, tempat-tempat umum lainnya sudah berlangsung ratusan tahun.

Budaya ngopi di Indonesia dilakukan oleh masyarakat dengan tujuan-tujuan tertentu, seperti menjaga tubuh agar tidak mengantuk saat melakukan aktivitas malam atau sekedar bersantai menikmati suasana malam.

Di Blitar, sejumlah pegiat budaya dan seniman yang dimotori oleh Dewan Kesenian Kabupaten Blitar menggelar kegiatan “Budaya Ngopi” di pelataran Gedung Bhakti Budaya, Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga Kabupaten Blitar. Sabtu, (13/4/2019).

 

Kegiatan ini tergolong unik, pasalnya selain menggelar warung kopi dadakan dengan menggunakan sebuah mobil VW Combi klasik, pelayannya juga menggunakan baju ala-ala jadul.

Dengan dihibur oleh seni teater dan musik akustik penonton sangat menikmati suasana ngopi bareng tersebut.

Rahmanto Adi, Sekertaris Dewan Kesenian Kabupaten Blitar sekaligus penggagas kegiatan budaya ngopi tersebut mengatakan, bahwa kegiatan tersebut akan diselenggarakan tiap malam minggu.

“Acara ini merupakan ajang silaturahmi teman-teman seniman dan juga para komunitas untuk sharing pemikiran dan juga unjuk kebolehan tampil sekaligus menghibur para pengunjung,” katanya.

Tak sekedar nongkrong bersama teman dan bermain game saja, akan tetapi kegiatan ngopi lebih menarik dengan sajian kesenian dan menjadi ruang diskusi serta tempat bertukar pemikiran bagi lintas komunitas.

Selain itu, di acara budaya ngopi tersebut uniknya pengunjung tidak dipatok harga untuk secangkir kopinya. Cukup merogoh kocek sebesar Rp. 5 ribu rupiah untuk secangkir kopi robusta khas Blitar.

Tidak heran banyak sekali komunitas yang mampir dan datang memeriahkan acara ngopi budaya tersebut.

“Saya pribadi berharap budaya ngopi akan terus ada dan selalu ada, nantinya bisa memberi ruang bagi komunitas untuk bertukar pemikiran dan unjuk kebolehan menampilkan seni dan budaya mereka,” tutupnya.