BALITAR.ID, Blitar – Sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Blitar mulai dipadati pengunjung sejak uji coba buka dengan menerapkan protokol kesehatan dan melaksanakan adaptasi kebiasaan baru atau new normal.

Pemerintah termasuk pihak kepolisian pun turun untuk memastikan penerapan protokol kesehatan di destinasi wisata yang telah diizinkan beroperasi.

Seperti yang dilakukan Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya saat memantau penerapan protokol kesehatan di destinasi wisata edukasi Kampung Coklat, Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jumat (10/7/2020).

Dalam kegiatannya Kapolres didampingi Danramil 0808/Blitar dan jajaran Muspika Kecamatan Kademangan mengecek penerapan protokol kesehatan di destinasi, antara lain penyediaan tempat cuci tangan, pengadaan alat pengukur suhu badan, pemberlakuan jaga jarak dan penggunaan masker ataupun face shield. Hal itu tidak hanya berlaku bagi pengelola tapi juga wisatawan.

“Kampung Coklat ini adalah salah satu destinasi wisata yang sudah uji coba buka dan sangat terkenal dimana-mana. Kami memastikan bahwa destinasi wisata ini sudah melaksanakan protokol kesehatan dengan baik. Sehingga saat sudah bisa buka secara resmi nanti kita dapat memastikan bahwa tidak ada klaster-klaster baru di wilayah Blitar ini,” ungkap AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya.

Menurutnya, dari hasil pemantauan di lapangan, secara umum penerapan protokol kesehatan dapat dilaksanakan dengan baik. Saat ini beberapa destinasi wisata lainnya juga telah mengajukan permohonan untuk dibuka kembali. Oleh karena itu, pihaknya akan melaksanakan pengecekan penerapan protokol kesehatan di setiap destinasi wisata.

“Secara umum di Kampung Coklat cukup baik. Kita berharap penerapan protokol kesehatan di destinasi lain juga tidak kalah. Seperti kita ketahui bersama, di Blitar ada banyak tempat-tempat wisata, untuk itu kita akan lakukan pengecekan penerapan protokol kesehatan di setiap destinasi wisata. Kalau belum sesuai protokol ya tidak boleh buka dulu,” terangnya.

Sementara itu, owner wisata edukasi Kampung Coklat Kholid Mustofa mengatakan, sejak buka kembali pada awal Juli 2020 kemarin kunjungan wisata di Kampung Coklat masih sepi dan hanya wisatawan dari lokal. Meski demikian, pihaknya optimistis dengan menerapkan protokol kesehatan yang baik dan benar kunjungan wisata akan berangsur meningkat.

“Untuk kunjungan per hari masih dikisaran angka 10 persen dibanding sebelum pandemi. Untuk itu, protokol kesehatan terus kita evaluasi, kita perbaiki. Bahkan untuk pekerja setiap hari kita adakan medikal chek up. Harapan kita tentu penyebaran Covid-19 semakin berkurang dan ketika buka secara resmi di masa new normal nanti kita sudah siap semuanya,” jelasnya.

Lebih lanjut Kholid menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah serta pihak kepolisian untuk menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan benar guna mencegah potensi penyebaran Covid-19 di tempat wisata.

“Mudah-mudahan angka Covid-19 secara nasional lekas turun dan semua berangsur membaik, dan ketika buka nanti kita sudah terbiasa hidup dengan protokol kesehatan. Kita juga terus berkoordinasi dengan pemerintah, didampingi Dinas Kesehatan, Dinas Pariwisata, dan Kepolisian protokol kesehatan terus kita perbaiki, kita evaluasi sampai benar-benar siap buka secara resmi,” tukasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here