BALITAR.ID, Blitar – Sebanyak 36 barista kopi beradu handal menyeduh kopi dengan menggunakan alat seduh V60. Dalam kompetisi brewing yang digelar di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Aloon-aloon Kanigoro Kantor Kabupaten Blitar pada Minggu (04/08/2019),

Pameran dan Kompetisi menyeduh kopi ini diselenggarakan untuk memeriahkan peringatan Hari Jadi Blitar yang ke 695 yang diikuti oleh sejumlah pengelola Cafe dan Foodtruck regional Blitar raya.

Tak mau kalah, Bupati Blitar Rijanto dan mantan Bupati Blitar Hery Nugroho turut hadir dan ikut menyeduh kopi dengan alat seduh V60. Dalam kesempatannya Bupati mengatakan, sangat bangga dan mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Tentunya kita ketahui bahwa setiap tahun kita mengadakan festival kopi, tapi malam hari ini memang lain suasananya dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Blitar yang ke 695 ini, jadi saya ucapkan terimakasih banyak para peserta sudah ikut memeriahkan Hari Jadi Blitar. Tentunya acara ini akan kita selenggarakan tiap tahun,” ungkap Bupati.

Sementara itu, ketua Panitia Coffee & Foodtruck Competition Battle V60 Blitar 2019, Ahrian Festy Ananda mengatakan, dalam kompetisi kali ini menggunakan dua jenis biji kopi asli Blitar, yakni kopi robusta Doko dan juga Arabika Resapombo. Dengan menggunakan alat seduh V60 saat ini banyak sekali dimintai masyarakat.

Kali ini diikuti oleh barista kopi tingkat regional Blitar. Tentunya kami sangat bangga bisa ikut memeriahkan Hari Jadi Blitar yang ke 695 dengan menggelar kompetisi ini. Harapannya kedepan semakin meriah lagi dan kopi Blitar semakin dikenal dan diminati masyarakat,” ungkap Ahrian.

Kompetisi yang dimulai pukul 19.00 akhirnya menetapkan Dika Setya sebagai pemenangnya.

Di babak final, Dewan Juri sepakat bahwa kopi yang disajikan oleh Pemilik Kedai Kopi ‘Secangkir Kopi’ Blitar ini lebih memiliki karakter dan cita rasa dibandingkan kopi yang dibuat oleh 3 orang finalis lainnya.

Bupati berharap, dengan kegiatan-kegiatan semacam ini Blitar yang pada zaman dulu pada zaman kolonial Belanda terkenal dengan kopinya bisa kita kenalkan kembali pada masyarakat.

“Termasuk kopi Karanganjar kita ketahui juga peninggalan Belanda dan saat ini dikelola menjadi destinasi wisata dan perkembangannya juga cukup bagus. Terimakasih Pak Hery, Keboen Kopi Karanganjar ikut melengkapi destinasi wisata di Kabupaten Blitar,” sambungnya.

Harapannya destinasi wisata lainnya juga terus berkembang dan dampaknya bisa meningkatkan ekonomi masyarakat dan multi efeknya sangat luar biasa bagi Kabupaten Blitar “Olas Kembar, Ojo Lungo Adoh Sak Durunge Kemput Blitar,” Kata Bupati.