BALITAR.ID, Blitar – Penerapan protokol kesehatan sektor Pariwisata Kabupaten Blitar terus diperketat jelang diberlakukannya masa adaptasi kebiasaan baru. Tidak hanya destinasi wisata saja, kali ini pelaku usaha jasa pariwisata seperti perhotelan atau penginapan juga mendapatkan pembinaan penerapan protokol kesehatan di saat new normal.

Bertempat di Kharisma Hotel, Jl Raya Klemunan Wlingi, Kabupaten Blitar, Pembinaan yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Blitar ini diikuti sekitar 35 orang yang terdiri dari para pengelola jasa usaha hotel, restoran, karaoke, spa dan destinasi dari wilayah Blitar timur.

Bertindak sebagai narasumber yakni dr. Miftakhul Huda dari Dinkes Kabupaten Blitar dengan materi penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE (cleanliness, healty, safety, environtment). Selain itu, materi juga disampaikan oleh Agus dari PT. Sasuka Indonesia, tentang digitalisasi pada jasa usaha pariwisata di era new normal.

“Kali ini kita sosialisasi penerapan protokol kesehatan yang ditujukan pada usaha jasa pariwisata diantaranya pengelola jasa usaha hotel, restoran, karaoke, spa dan destinasi wisata wilayah timur. Sosialisasi ini terkait dengan penerapan protokol kesehatan di saat new normal nanti,” kata Arinal Huda, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata, Dinas Parbudpora Kabupaten Blitar Rabu (29/7/2020).

Pembinaan protokol kesehatan yang diberikan itu tentunya sesuai dengan Peraturan Bupati Blitar Nomor 40 Tahun 2020, tentang Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 dalam status transisi darurat ke pemulihan ekonomi.

“Tentunya jika ingin buka ada beberapa hal yang harus diikuti. Salah satunya seperti disampaikan pemateri tentang penerapan Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) untuk meningkatkan keyakinan para pihak, reputasi usaha, serta destinasi pariwisata,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Arinal Huda juga menghimbau dan mengajak kepada seluruh para pelaku jasa usaha pariwisata untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan agar wisatawan yakin bahwa usaha pariwisata yg ada di Kabupaten Blitar aman dan terbebas dari Covid-19.

“Tentunya penerapan protokol kesehatan ini harus kita patuhi bersama untuk mengangkat citra pariwisata di Kabupaten Blitar. Harapan kami jangan sampai terjadi penambahan klaster Covid-19 di hotel, penginapan dan usaha pariwisata yang dikelola, karena dampaknya akan sangat merugikan,” tukasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here