Festival Kresnayana sukses memuakau ribuan penonton yang memadati komlplek Candi Penataran di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar pada Jumat (15/11/2019) malam.

Pagelaran ini adalah inisiasi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya (Diparbud) Jawa Timur Sinarto bersama jajaran Disparbud Jawa Timur, Bupati Blitar Rijanto beserta OPD terkait dan jajaran Forkompimda Kabupaten Blitar, Muspika Kecamatan Nglegok, tokoh-tokoh kebudayaan, hingga kepala sekolah SMA, SMP, SD, MI, Mts dan MA se- Kabupaten Blitar.

Festival yang baru kali pertama digelar tersebut dilaunching oleh Bupati Blitar Rijanto. Pada kesempatannya, Bupati sangat mengapresiasi terselenggaranya Launching Festival Kresnayana oleh Pemprov Jatim dan Pemkab Blitar.

Dia menilai kegiatan ini merupakan suatu kehormatan bagi Kabupaten Blitar karena mendapatkan kepercayaan dari Pemprov Jatim untuk tempat pagelaran Festival Kresnayana yang akan digelar tiap tahun di Candi Palah Penataran. Menurut Bupati, kegiatan ini sekaligus juga menjadi ajang untuk menciptakan peluang pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kabupaten Blitar yang tengah berkembang.

“Saya atas nama masyarakat dan pemerintah kabupaten Blitar, mengucapkan terimakasih kepada pemerintah provinsi Jawa Timur, bahwa candi Penataran digunakan untuk pagelaran Festival Kresnayana. Kegiatan ini tidak saja sarana edukasi wisata, tapi juga menjadi kesempatan pelaku usaha UMKM dan pariwisata di Kabupaten Blitar,” ungkap Bupati Rijanto.

Bupati menambahkan, bahwa Festival Kresnayana bisa dijadikan wahana untuk melestarikan warisan budaya untuk diturunkan kepada generasi penerus bangsa. Kepada masyarakat dan para pemudi pemuda, Rijanto berharap untuk meneladani sikap tegas, kstaria dan jiwa kepemimpinan yang tercermin di kepribadian dari tokoh pewayangan Kresna.

Menurut Bupati, dari kisah Kresnayana bisa diambil kesimpulan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam ketokohan Kresna yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Festival Kresnayana ini luar biasa. Diambil dari relief candi Penataran, candi peninggalan kerajaan Majapahit, kerajaan pemersatu nusantara. Mari kita ambil contoh karakter Kresna yang tegas dan kepemimpinannya yang tangguh untuk diaplikasikan di kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur Sinarto mengatakan, pagelaran ini merupakan proses edukasi kepribadian mulai dari kepemimpinan dan ketokohan Kresna. Dimana Candi Penataran sebagai situs cagar budaya juga bisa memberikan edukasi budaya kepada masyarakat.

“Jadi memang Candi Penataran ini bisa menginspirasi sebagai edukasi tentang kepribadian generasi kedepan. Kresna sebagai tokoh dalam pewayangan yang reliefnya digambarkan di candi ini dia adalah sosok yang ahli dalam bidang politik dan tohoh yang hebat berdialek, berdiplomasi dan dalam romantikanya dia juga bagus. Disini tokoh Kresna mengajarkan kita tentang ketokohan, kepemimpinan dan politik dan itulah yang identik dari Blitar,” tegas Sinarto.

Dia berharap, nantinya Festival Kresnayana akan menjadi festival tahunan yang bisa tetap diselenggarakan di Candi Penataran Blitar. Dimana dengan pagelaran kesenian kebudayaan maka ekonomi kerakyatan akan tumbuh dan juga berkembang.

“Jadi ada dua hal penting yakni sebagai produk kebudayaan dan yang kedua produk kepariwisataan, dua-duanya kita jadikan satu. Dan Blitar memang kita branding menjadi wisata edukasi tentang kepemimpinan, bagaimana punya Presiden Bung Karno, ada Candi Penataran dan juga punya Candi Simping, realitanya banyak orang besar berasal dari Blitar,” tukasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here