BALITAR.ID, Blitar – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan secara simbolik santunan tali asih kepada para pegiat UMKM Batik saat berkunjung di Pusat Industri Batik Tulungagung.

Penyerahan santunan tali asih tersebut diberikan pada pegiat batik senior asal Kabupaten Blitar, Tulungagung dan Trenggalek.

Gubernur Khofifah mengatakan, UMKM batik merupakan salah satu sektor yang terdampak dengan pandemi Covid-19. Pihaknya mencatat terdapat 9,78 juta pelaku UMKM di Jawa Timur yang terdampak Covid-19.

“Dalam pandemi covid-19 ini sektor UMKM mengalami pelemahan. Oleh karena itu pada kesempatan kali ini selain meninjau langsung pegiat UMKM kita juga memberikan bantuan pada pegiat UMKM batik dari Blitar, Tulungagung dan Trenggalek,” kata Gubernur Khofifah usai mengunjungi pameran UMKM Batik di Tulungagung, Minggu (13/9/2020).

Khofifah selalu mengintegraskan kunjungannya dengan mendatangi dan melihat perkembangan UMKM di masing masing daerah. Mengingat 54% pertumbuhan Produk DOmestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Jawa Timut disupport oleh UMKM.

“Jadi hampir di setiap kunjungan saya ke berbagai daerah saya selalu minta untuk diintegrasikan ke pelaku UKM karena UMKM ini menyumbang 54% PDRB Provinsi Jawa Timur,” jelasnya.

Pihaknya mengakui perkembangan dan kreatifitas pelaku UMKM di sentra Batik di daerah Blitar, Tulungagung dan Trenggalek luar biasa, dengan inovasi dan kreatifitas yang ditonjolkan.

Pihaknya mengingatkan agar pelaku UMKM ini untuk tidak lupa mematenkan pola pola dan motif mereka. Dengan mendaftarkannya ke dalam Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), sehingga bisa menjadi brand dari daerah masing-masing.

“Saya mengajak agar produk produk di Jawa Timur agar diberikan ruang untuk mendaftar ke HAKI. Supaya bisa menjadi brand,” ungkapnya.

Sementara itu pembatik senior asal Kabupaten Blitar Muhayati mengatakan, pihaknya merasa sangat tersentuh dengan perhatian pemerintah terhadap para pegiat UMKM. Menurutnya, selama menekuni usaha batik  baru beberapa pola saja yang sudah didaftarkan dalam HAKI, sisanya masih belum.

“Tadi disampaikan bu Gubernur soal pendaftaran HAKI dan memang baru beberapa pola saja yang sudah kita daftarkan,” ungkapnya.

Harapannya perhatian pemerintah terhadap para pelaku UMKM batik ini dapat menjadi semangat untuk terus berkembang dan menjadi produk-produk unggulan dari daerah.

“Semoga usaha batik kita ini utamanya dari Kabupaten Blitar semakin berkembang dan menjadi karya asli dari pembatik. Tadi kita juga diingatkan untuk mendaftarkan HAKI agar produk kita bisa memiliki nilai jual yang lebih baik lagi,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here