BALITAR.ID, Blitar – Mulai langkanya hand sanitezer di pasaran membuat sejumlah warga di Desa Papungan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar berinisiatif membuat hand sanitizer atau cairan anti septik sendiri dengan bahan dasar alami.

Hand sanitizer yang dibuat oleh sekelompok warga yang tergabung dalam Relawan Kampung Moedjair Desa Papungan itu terbuat dari bahan dasar herbal yang terdiri dari daun sirih, lidah buaya, daun kemangi
dan buah mengkudu. 

Sugi Pranoto, salah satu Relawan Kampung Moedjair RT 4 RW 6 Desa Papungan menjelaskan, pembuatan cairan antiseptik ini berawal dari langka dan mahalnya hand sanitizer di pasaran akibat merebaknya virus corona atau Covid 19.

“Kami mendapatkan resep cairan antiseptik ini dari salah satu kerabat yang bekerja sebagai tenaga medis,” jelasnya saat ditemui BALITAR.ID pada Sabtu (28/3/2020).

Dia mengutarakan, bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan hand sanitizer herbal ini sangat mudah dan murah untuk diproduksi. Untuk satu resep pembuatan hand sanitizer, dia membutuhkan setidaknya 7 lembar daun sirih, 11 lembar daun kemangi, 3 batang lidah buaya berukuran sedang, serta 1 ons buah mengkudu dan 100ml air steril .

Sementara itu, untuk proses pembuatannya juga sangat mudah. Yaitu, buah mengkudu yang sudah dicuci kemudian dipotong dan dihaluskan dengan blender. Buah mengkudu yang sudah halus dicampur dengan daun kemangi dan daun sirih. selanjutnya, direbus selama 10 menit.

Selanjutnya, lidah buaya yang sudah halus dicampur dengan air rebusan mengkudu, sirih dan kemangi ketika sudah dingin. Safitri menegaskan lidah buaya tidak perlu direbus cukup dihaluskan menggunakan Blender. 

“Satu resep itu biasanya bisa jadi sekitar 1,5 liter hand sanitizer herbal. Setelah itu cairan antiseptik ini dapat dikemas dan digunakan secara langsung,” terangnya.

Sugi mengatakan, hand sanitizer buatannya banyak diminati warga sekitar. Menurutnya, hand sanitizer tersebut lebih praktis dan tidak lengket ketika digunakan. Dia membagikan secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Alhamdulillah, banyak warga yang bisa memanfaatkan. Silahkan datang kesini membawa botol sendiri kami berikan secara gratis,” terangnya. 

Sugi dan Relawan Kampung Moedjair lainnya berharap kepada pemerintah Kabupaten Blitar untuk mensosialisikan hand sanitizer berbahan alami tersebut kepada masyarakat luas. Sehingga bisa sebagai alternatif mahalnya hand sanitizer di tengah merebaknya virus corona saat ini. 

“Harapan kami setidaknya pemerintah daerah bisa ikut mengasosiasikan hand sanitizer herbal ini. Setidaknya agar masyarakat yang kurang mampu juga bisa memanfaatkan, sehingga penyebaran virus corona juga bisa dicegah,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here