BALITAR.ID, Blitar -Jambore Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Provinsi Jawa Timur ke-2 diharapkan dapat menggenjot geliat dan promosi parwisata di Jawa Timur. Dalam kegiatan jambore yang diselenggarakan pada Rabu-Jumat (2-4/10/2019) ini lebih dari 200 peserta dari 38 kota dan kabupaten di Jawa Timur berkumpul di Desa Wisata Gubug Klakah, Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Forum Pokdarwis Jawa Timur, Purnomo H M Anshori. Pada kesempatan ini dia mengatakan, Jambore ini diharapkan bisa mendorong geliat pariwisata di Jawa Timur, terutama destinasi yang dikelola oleh Pokdarwis Kota dan Kabupaten bisa memberikan pembinaan dan pendampingan di kota dan kabupaten masing-masing. Hal ini sesuai dengan program Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, untuk menjadikan Desa Wisata Cerdas Mandiri dan Sejahtera atau ‘Dewi Cemara’.

“Jambore ini adalah tahun kedua penyelenggaraannya dan perkembangannya sangat luar biasa, akhir-akhir ini banyak bermunculan pokdarwis-pokdarwis baru yang tumbuh secara bottom up atau dari inisiatif masyarakat. Karena dengan bottom up ini mereka memulai dari bawah, sehingga muncul kesadaran dari masyarakat dan hasilnya pun bisa dipertanggungjawabkan yakni menggas desa wisata cerdas, mandiri dan sejahtera,” terang Purnomo saat ditemui BALITAR.ID, Jumat (4/10/2019).

Menurutnya, Desa Wisata yang bagus harus memiliki semangat dan sinergitas yang bagus dari Pokdarwis di daerahnya masing-masing. Sementara untuk mendorong Pokdarwis ini tidak bisa lepas dari penerapan Sapta Pesona yang menjadi konsep utama pengelolaan destinasi wisata, dengan adanya Jambore ini diharapkan tercipta Sinergitas Pentahelix antara Forum Pokdarwis di Jawa Timur.

“Selain pentingnya penerapan sapta pesona, sinergitas para stakeholder dalam membangun pariwisata berbasis masyarakat ini menjadi sangat penting. Sinergitas Pentahelix yakni semua elemen, khususnya pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, media, dan komunitas. Pasalnya, kesadaran masyarakat dalam membangun pariwisatanya sendiri tentu mengalami proses yang cukup panjang. Pokdarwis harus bisa survive dan mendorong perkembangan pariwisata berbasis masyarakat di daerahnya masing-masing,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Purnomo mencontohkan, salah satu daerah yang memiliki perkembangan cukup pesat dalam penerapan pariwisata berbasis masyarakat salah satunya Kabupaten Blitar. Sejak digalakkan dua tahun terakhir setidaknya ada lebih dari 40 destinasi wisata yang dikelola oleh masyarakat.

“Hal ini tentunya pencapaian yang cukup bagus dan harus terus ditingkatkan, ketika pemberdayaan Desa Wisata telah tumbuh secara bottom up selanjutnya tentu yang perlu dilakukan adalah adanya penerapan wisata berkelanjutan untuk menjaga sustainable desa wisata. Saya yakin hal ini bisa dicapai, karena ada banyak tokoh-tokoh pariwisata nasional yang berasal dari Jawa Timur” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Pengurus Forum Pokdarwis Kabupaten Blitar, Eko Suparno mengatakan, pihaknya masih perlu banyak berbenah. Dalam penerapan pariwisata berkelanjutan Forum Pokdarwis Kabupaten Blitar terus menerapkan pendampingan pada beberapa pokdarwis rintisan di Kabupaten Blitar.

“Tentunya kita tetap perlu arahan dari Forum Pokdarwis Jatim dan juga dukungan dari pemerintah daerah. Perhatian dari pemerintah cukup bagus terutama pada destinasi-destinasi rintisan yang saat ini mulai berkembang di Kabupaten Blitar,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengembangan Kelembagaan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga Kabupaten Blitar (Disparbudpora) Kabupaten Blitar Arkham Maulana yang mendampingi Pokdarwis Kabupaten Blitar mengatakan, pihaknya akan terus mendorong percepatan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.

“Kedepan ada beberapa terobosan yang telah digagas oleh Forum Pokdarwis, nantinya ada beberapa destinasi yang difokuskan untuk dibina dan terus didampingi oleh forum. Harapannya, destinasi yang benar-benar potensial bisa dibranding dan menjadi percontohan bagi pokdarwis-pokdarwis di Kabupaten Blitar,” ungkapnya.

Perlu diketahui bahwa Jambore yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Budaya (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur bersama Forum Pokdarwis Jawa Timur ini merupakan ajang silaturahmi, sharing dan berkumpulnya kelompok sadar wisata dan para pelaku wisata daerah di Jawa Timur.

“Saya lihat dukungan dari pemerintah di Blitar cukup bagus. Harapannya perkembangan yang sudah bagus tersebut jangan sampai terkontaminasi oleh konsep yang tidak jelas arahnya, jangan sampai di Blitar dimasuki orang-orang yang tidak memiliki karya tetapi pengatasnamakan desa wisata. Desa wisata harus diperjelas, dimana desa wisata yang dijual adalah paket, bukan tiket,” imbau Purnomo.