BALITAR.ID, Blitar – Pengembangan destinasi wisata melalui pemberdayaan masyarakat lokal atau konsep CBT (Community Based Tourism) dipandang sebagai salah satu konsep yang dipercaya dapat mengangkat potensi lokal dan merangsang kemandirian suatu daerah.

Dimana masyarakat dapat ikut serta dan turut andil dalam perencanaan, pengelolaan, serta pemberiaan suara berupa keputusan dalam pembangunannnya.

Dalam hal ini, masyarakat menjadi aktor penentu keberhasilan pemberdayaan di daerahnya sendiri. Untuk itu, Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Blitar menggelar studi banding ke Desa Wisata Nglinggo Kelurahan Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta pada Kamis dan Jumat, (4-5/4/2019).

Kegiatan studi banding yang diikuti oleh 40 anggota perwakilan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) se-Kabupaten Blitar ini dikawal langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Blitar, Akhmad Husein dan Kepala Disparbudpora Kabupaten Blitar, Suhendro Winarso beserta jajaran ikut dalam rombongan mengawal kegiatan studi banding tersebut. Pokdarwis Blitar bertukar pemikiran pengembangan CBT dengan pengurus desa wisata Nglinggo, Kulonprogo Yogyakarta (Foto: Team BALITAR.ID)

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Blitar, Akhmad Husein mengatakan, bahwa Kabupaten Blitar memiliki potensi yang sangat besar sekali, selain destinasi-destinasi yang baru wisata alamnya juga sangat luar biasa.

“Bicara wisata di Blitar, selain terkenal dengan destinasi sejarahnya, wisata alamnya memiliki ekologi yang bervariasi, seperti destinasi wisata lor kali yang identik dengan wilayah pegunungan dengan varietas tamanan yang beranekaragam dan wisata kidul kali yang identik dengan hutan dan pantainya yang tak kalah indah,”

Dengan banyaknya potensi tersebut tentu diperlukan pengelolaan yang baik agar bisa memberikan kontribusi nyata pada perekonomian masyarakat Kabupaten Blitar.

Seperti halnya penerapan konsep CBT di Desa Wisata Nglinggo tersebut. Selain masyarakatnya bisa mengintegrasikan diri dengan memanfaatkan potensi yang ada, mereka juga berhasil menorehkan prestasi yaitu Juara 1 Pengelolaan CBT tingkat nasional.

Sementara itu, Kepala Disparbudpora, Suhendro Winarso mengatakan bahwa saat ini para pegiat wisata sudah tidak hanya berbicara keindahan destinasi saja, akan tetapi pariwisata saat ini sudah mengarah pada industri pariwisata.

“Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para pegiat pariwisata di Blitar. Karena kita tidak mungkin bisa memuaskan wistawan jika tidak ada pengembangan, pengelolaan yang baik dan inovatif,” ujarnya.

Melihat geliat pariwisata di Nglinggo ini pengelolaan kearifan lokalnya sangat luar biasa, di Blitar ada banyak destinasi wisata yang memiliki karakteristik yang sama dengan Kulonprogo, misalnya KWE Puspa Jagad, Resap Ombo, Taman Pinus Gogoniti Jatipark dan masih banyak yang lainnya.

“Kami berharap para peserta bisa mengambil pelajaran dari Nglinggo ini bisa dijadikan sebagai acuan untuk nantinya bisa di kembangkan di Blitar. Tujuannya mendorong partisipasi masyarakat dalam pengembangan pariwisata. Juga untuk mendorong usaha masyarakat pariwisata berkelanjutan, yang mampu menjaga kearifan lokal,” tutupnya.