BALITAR.ID, Blitar – Upaya dalam memajukan potensi nilai-nilai kebudayaan daerah terus dilakukan Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Blitar. Keterlibatan dari berbagai stakeholder dianggap bisa meningkatkan kemajuan daerah.

Kali ini dengan menggelar kegiatan Belajar Bersama di Museum Kabupaten Blitar, siswa-siswi SMP mengikuti sosialisasi permuseuman, museum sebagai wahana pembelajaran sejarah dan ilmu pengetahuan yang digelar di Museum Penataran Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Senin-Selasa (28-29/10/2019).

Kepala Bidang Kebudayaan Disparbudpora Kabupaten Blitar, Hartono mengatakan, kegiatan ini merupakan program dari alokasi Kementrian Permuseuman dan Taman Budaya. Kegiatan ini adalah untuk menggalakkan kembali keberadan museum sebagai wahana pembelajaran bagi para siswa di Kabupaten Blitar.

“Untuk mengisolasikan dan mengenalkan kembali museum kepada siswa, hari ini ada 3 sekolah SMP yang mengikuti kegiatan ini dan besok 3 SMP juga. Karena selama ini banyak orang Blitar sendiri pun tidak tau kalau ada museum di Penataran, oleh karena itu, kita ada program Belajar Bersama di Museum Penataran ini kita kenalkan sejak dini pada para siswa,” ungkap Hartono saat ditemui BALITAR.ID.

Dia mengatakan, salah satu fungsi museum sendiri yakni sebagai lembaga yang diperuntukkan bagi masyarakat umum. Fungsinya sendiri yakni lembaga, tempat penyimpanan, perawatan, pengamanan dan pemanfaatan benda-benda bukti materiil hasil budaya manusia serta alam dan lingkungannya guna menunjang upaya perlindungan dan pelestarian kekayaan warisan budaya.

“Untuk agendanya sendiri kita menjelaskan tentang fungsi museum itu sendiri, kita pandu dan kita jelaskan untuk koleksi-koleksinya. Terus tadi kita juga adakan praktek pembersihan koleksi koin-koin era Majapahit. Jadi untuk perawatannya serta cara memperlakukan koleksi museum kita jelaskan satu persatu sehingga para siswa bisa tau secara langsung,” jelasnya.

Dijelaskannya, bahwa Museum Penataran sendiri memiliki koleksi yang cukup lengkap. Mulai dari koleksi benda-benda purbakala, arca dan beberapa prasasti dan juga benda-benda etno serta benda-benda manumastik.

“Jadi koleksinya sendiri cukup beragam dan ini sayang sekali jika orang Blitar sendiri tidak tau itu. Mulai dari koleksi purbakala, berupa arca, prasasti, koleksi etno dan juga manumastik. Ada yang dari koleksi kayu, batu, logam hingga produk budaya masyarakat di Kabupaten Blitar,” paparnya.

Lebih lanjut Hartono mengatakan, kegiatan Belajar Bersama di Museum ini diharapkan bisa membantu proses edukasi pada siswa, terutama dalam pendidikan sejarah dan budaya. Dia berharap, museum bisa difungsikan lagi utamanya sebagai sumber literatur sejarah dari masa lampau serta wahana pembelajaran berbagai ilmu pengetahuan.

“Kita mendorong para siswa untuk belajar kemandirian dengan menggali ilmu pengetahuan di museum dari berbagai sudut pandang. Memang museum berkaitan erat dengan sejarah akan tetapi apabila dijabarkan lagi sebenarnya sangat luas sekali, ada antropologi, seni, budaya, sosial politik dan bahkan ilmu sains. Kami berharap Museum Penataran ini bisa menjadi sumber inspirasi tempat belajar dan juga mengenal sejarah tentang Blitar,” tukas Hartono.