BALITAR.ID, Blitar – ‘Deso Mowo Coro, Negoro Mowo Toto’ begitu kata pepatah jawa yang artinya yaitu desa yang menentukan caranya, negara yang menentukan tata tertibnya. Begitu juga acara bersih Desa Sumberjati, Kecamatan, Kabupaten Blitar. Dalam perayaan bersih Desa Sumberjati punya punya tradisi unik dalam menggelar rangkaian bersih desa. Yang menjadi ciri khas desa sumberjati adalah arak-arakan Tumpeng Agung dan hasil bumi serta hasil pertanian. Rabu (10/7/2019).

Dengan mengenakan atribut ala jawa, warga Sumberjati berkumpul di sekitar danyangan pepunden Mbah Wonosuro Dusun Ringinanom untuk melakukan tradisi turun-temurun yaitu Kirab Tumpeng Agung. Acara kirab dibuka dengan doa Bersama dan sambutan Kepala Desa, lalu gunungan tumpeng sepasan di arak keliling kampung menuju Candi Simping Dusun Sumberjati, tempat perabuan Raja Pertama Majapahit Raden Wijaya.

Kepala Desa Sumberjati, Imam Basuki mengatakan, arak-arakan tumpeng sepasang merupakan wujud nguri-nguri budaya dan wujud syukur kepada Tuhan atas hasil bumi yang subur dan rejeki yang melimpah pada tahun ini. Harapannya selain nguri-nguri budaya, tumpeng agung dari masing-masing dusun akan membawa keberkahan dan tolak balak bagi warga sumberjati dan sekitarnya.

“Tumpeng agung sepasang ini merupakan simbol perwujudan cikal bakal Desa Sumberjati yang dulu konon dibabat oleh sepasang suami istri dari daerah mataraman. Daerah sumberjati yang dulunya dikenal wingit akhirnya berhasil dibabat dan dijadikan sebuah permukiman warga yang beranak pinak disini dan menjadi desa seperti sekarang,”, jelasnya.

Tradisi bersih desa dan kirab ini sudah menjadi tradisi turun temurun warga Sumberjati yang kental dengan budayanya. Kegiatan yang sudah menjadi acara tahunan ini selalu ditunggu tunggu oleh masyarakat kademangan dan sekitarnya, arak-arakan gunungan yang telah di kirab menuju Candi Simping perabuan pemersatu Nusantara, Raden Wijaya Majapahit dan dioakan menjadi rebut warga yang hadir.

Filosofi dari gunungan yang berisi hasil bumi adalah bentuk berkah dari Tuhan yang maha kuasa yang perlu untuk disyukuri. Warga desa Sumberjati berharap kepada Allah agar selalu diberikan panen yang melimpah serta dijauhkan dari balak dan keburukan.

Selain kirab tupengan, rangkaian acara bersih desa di Sumberjati ini juga dimeriahkan dengan pagelaran kesenian khas desa Sumberjati yaitu kesenian Jaranan dimalam harinya. Selain itu, ada juga bazar makanan tradisional dan ditutup dengan pagelaran wayang kulit yang bertempat di Pelataran Candi Simping pada besok malam harinya.

“Tumpeng Sepasang dan arak-arakan kirab sedekah bumi merupakan agenda tahunan yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat sekitar. Karena selain untuk memperingati bersih desa, kegiatan ini kita selalu menggelar hiburan wajib lainnya. Kali ini kita ada bazar tradisional, dan nanti malam ada pagelaran kesenian jaranan dan besok malam ada wayang kulit,” tutup Basuki.