BALITAR.ID, Blitar – Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga Kabupaten Blitar kembali menambah daftar tradisi budaya masyarakat dalam Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang ditetapkan melaui sidang Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Republik Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Blitar Suhendro Winarso saat kegiatan tradis Larung Sesaji di Pantai Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar pada Senin (2/9/2019).

Dalam kesempatannya Suhendro mengatakan, pada tahun ini ada dua tradisi budaya masyarakat Blitar yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yakni tradisi Larung Sesaji Pantai Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto dan juga tradisi kesenian Reog Bulkiyo asal Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok.

“Dari sidang pada tanggal 16 Agustus 2019, Tahun ini Kabupaten Blitar mendapat kepercayaan anugerah Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang ditetapkan melaui Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Republik Indonesia. Tahun ini ada dua, yakni tradisi budaya Larung Sesaji Pantai Tambakrejo ini dan tradisi kesenian Reog Bulkiyo dari Desa Kemloko,” ungkap Suhendro saat ditemui BLITARTIMES usai kegiatan upacara tradisi budaya Larung Sesaji di Pantai Tambakrejo.

Salah satu yang menjadi prioritas penilaian warisan budaya tak benda dikatakan Suhendro, adalah keberlanjutan dari kegiatan itu sendiri. Kegiatan Larung Sesaji Pantai Tambakrejo ini sudah berlansung turun temurun dan sudah menjadi tradisi sejak ratusan tahun.

“Yang menjadi prioritas utama penilaian yakni keberlanjutan kegiatan ini setelah bertahun-tahun dan menjadi tradisi, yang kedua tentunya kekhasan itu sendiri,” terangnya.

Suhendro menambahkan, Kabupaten Blitar memiliki banyak sekali upacara tradisi. Dua tahun yang lalu tradisi Siraman Gong Kyai Pradah di kecamatan Sutojayan juga ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda.

“Tahun depan kita usulkan tempat lain masih banyak pantai dengan upacara adat yang bisa ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda. Harapannya bisa terus dilestarikan dan bisa menambah daya tarik wisata budaya di Blitar,” jelasnya.