BALITAR.ID, Blitar – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar kembali menggelar Bazar Blitar Djadoel (zaman dulu) tahun 2019 untuk memperingati Hari Jadi Ke-113 Kota Blitar. Acara yang digelar setiap tahun sebagai bagian dari rangkaian peringatan hari lahir Bumi Bung Karno tersebut dimulai dan dibuka untuk umum mulai hari ini, Jumat (05/04/2019), sampai Selasa (09/04/2019). Bazar Blitar Djadoel dibuka secara langsung oleh Plt Wali Kota Blitar Santoso. Hadir dalam pembukaan bazar, Sekretaris Daerah Kota Blitar Rudi Wijonarko, anggota DPRD Kota Blitar Sugeng Praptono, Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar, Dandim 0808 Blitar Letkol Inf Kris Bianto, Wakapolres Blitar Kompol Andi Yuda, seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Blitar, tokoh masyarakat dan undangan lainnya. Plt Wali Kota Blitar Santoso mengatakan, Bazar Blitar Djadoel ini merupakan acara tahunan yang digelar untuk memperingati Hari Jadi Kota Blitar. Di samping itu, , bazar jadul ini bermaksud selain mengajak masyarakat Kota Blitar bernostalgia nuansa Blitar tempo dulu. Juga sebagai sarana promosi unggulan produk lokal dan pariwisata serta menarik geliat wisatawan. “Kami menargetkan semaksimal mungkin (pengunjung/wisatawan). Kami tidak membatasi berapa pun jumlahnya. Ini juga bagian meningkatkan potensi produk unggulan Kota Blitar dan ekonomi daerah,” jelas dia saat dihubungi awak media sebelum membuka bazar. Santoso mengungkap, ada sekitar 200 stan yang mengisi bazar jadul ini. Ratusan stan tersebut diisi perwakilan OPD, kecamatan dan kelurahan se-Kota Blitar. Selain itu, perwakilan dari badan usaha milik daerah (BUMD) di Kota Blitar. “Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa menggugah pemahaman masyarakat Kota Blitar yang mengerti perkembangan peradaban di Kota Blitar,” jelas dia. Santoso juga memastikan pelaksanaan kegiatan bazar berjalan dengan lancar dan kenyamanan lingkungan. Mengingat saat ini memasuki akhir musim penghujan, dia mengantisipasi adanya potensi sampah berserakan bercampur genangan air hujan. Pihaknya menyiapkan tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk bertugas sterilisasi lingkungan bebas sampah berserakan. Petugas dari DLH ini juga membantu membersihkan genangan air jika terjadi hujan. Soalnya, genangan air bisa mengganggu kenyamanan pengunjung bazar. Selain itu, untuk mengantisipasi kerusakan rumput di alun-alun, pihaknya telah mengevalusi kegiatan seperti ini dari tahun-tahun sebelumnya. Maka untuk tahun ini, tidak boleh ada semua jenis kendaraan masuk di arena lokasi Blitar Djadoel. Panitia melarang hal tersebut. Pasalnya, jika semua kendaraan masuk di alun-alun, dikhawatirkan merusak rumput alun-alun. “Jadi, kami itu mengevalusi setiap tahun apa yang kurang dan yang mesti diperbaiki. Panitia sudah mengatisipasi itu dan bisa dipastikan kegiatan ini akan berjalan lancar, tertib dan aman,” pungkasnya.