BALITAR.ID, Blitar – Porem Bulkiyo perwakilan Kabupaten Blitar berhasil menyabet tiga gelar bergengsi di ajang Festival Karya Tari Jawa Timur 2019 yang digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim.

Bertempat di Gedung Cak Durasim Surabaya, perwakilan Blitar tampil memukau dihadapan para juri dan penonton yang hadir pada Jumat (3/5/2019).

Kegiatan Festival Karya Tari tersebut bertujuan untuk memupuk tali silaturahmi seniman yang ada di Jawa Timur sebagai ajang mengasah kreativitas para seniman tari dan musik selau inovatif dalam membuat suatu karya yang bernilai tinggi tanpa meninggalkan unsur tradisi.

Ajang karya tari bergengsi tersebut diikuti oleh 32 perwakilan daerah se-Jawa Timur dan dimulai sejak 1 – 3 mei 2019 dimana seluruh peserta yang ikut akan diundi dan setiap harinya aka nada 8 sajian sesuai nomer undian yang telah ditentukan.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata Budaya Pemudan dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Blitar Hartono mengatakan pada tahun ini jumlah peserta yang mengikuti Festival karya tari ini diikuti oleh 32 perwakilan daerah, dan perwakilan dari Kabupaten Blitar tampil di hari terakhir pada urutan ke 27.

“Pada kesmpatan tersebut Kabupaten Blitar membawakan tarian yang berjudul Porem Bulkiyo tarian ini bersumber dari tari Reog Bulkiyo khas Blitar yang  berasal dari Desa Kemloko Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar,” Ujar Hartono.

Ia menjelaskan, Tarian Porem Bulkiyo menampilkan rampak kekompakan personil dan dikemas secara dinamis tanpa mengurangi kekhasan Reog Bulkiyo dengan Penata Tari Novita Mijil Purwana, Dimas anggoro Putro dan penata musik Sudarwiyanto.

Dalam penutupan Festival Karya tari tahun 2019 Kepal Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Sinarto, S.Kar.MM melalui Kepala Bidang Kebudayaan memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya serta ucapan terima kasih sebesar-besarya kepada seluruh peserta Festival Karya Tari tahun 2019.

“Tahun ini merasa sangat senang karena indikator keberhasilan kebudayaan Bukan hanya sekedar prestasi tapi banyaknya Kreator-kreator dan karya seni unggulanlah  yang harus di maksimalkan. Oleh sebab itu Dinas Kebudayaan sangat menghargai karya tari yang dihadirkan oleh para seniman dari seluruh kabupaten/kota yang ada di Jawa Timur yang dari tahun ketahun mengalami peningkatan,” jelasnya.

Dalam Festival Karya Tari tahun ini 3 Penyaji Terbaik akan mendapatakan Piala, Thropy Gubernur, Uang Pembinaan serta Penata tarinya akan di beri surat pendaftaran penciptaan dari Kementrian Hukum dan Ham Republik Indonesia.

Setelah itu pengumuman Festival Karya Tari di bacakan oleh Dewan Pengamat Festival Karya Tari tahun 2019  yang terdiri dari Dr. Nurhairani Kusumastuti. M.Sn, Dr. Desilina Daari. M.Sn, Bambang Sukmo Pribadi, dan Aris setiawan, M.Sn. Dengan hasil sebagai Berikut:

  • Kategori 3 Penyaji Terbaik tanpa jenjang:
  1. Kabupaten Bojonegoro
  2. Kabupaten Blitar
  3. Kota Malang
  • Kategori 3 Penata tari Terbaik tanpa jenjang:
  1. Kabupaten Ponorogo
  2. Kabupaten Blitar
  3. Kota Malang
  • Kategori 3 Penata Musik Terbaik Tanpa Jenjang:
  1. Kabupaten Nganjuk
  2. Kabupaten Tuban
  3. Kabupaten Blitar
  • Kategori 3 Penata Rias Busan Terbaik tanpa Jenjang:
  1. Kabupaten Lamongan
  2. Kabupaten Ponorogo
  3. Kabupaten Mojokerto
  • Kategori 10 Penyaji Unggulan Tanpa JenjangKabupaten Tulungagung
  1. Kabupaten Magetan
  2. Kabupaten Lamongan
  3. Kabupaten Nganjuk
  4. Kabupaten Ponorogo
  5. Kabupaten Tuban
  6. Kabupaten Sumenep
  7. Kabupaten Mojokerto
  8. Kabupaten Sidoarjo
  9. Kabupaten Banyuwangi