BALITAR.ID, Blitar– Puluhan kambing peranakan jenis boer dan etawa (PE) dari berbagai daerah di Pulau Jawa ikut meramaikan Open Kontes Kambing dalam dalam kegiatan Blitar Cocoa Festival 2019 di Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Minggu (14/7/2019).

Peserta Kontes Kambing ini pun datang dari Kabupaten Tulungagung, Kediri, Malang, Jombang, Nganjuk, Mojokrto, Trenggalek dan Blitar sendiri.

Even ini diselenggarakan oleh komunitas Indonesian Goat Breeders dan Wedusers Indonesia yang bekerjasama dengan pihak Blitar Cocoa Festival. Dalam ajang kontes Kambing inimelombakan 5 kategori A, B, C, D dan E.

Pada hari kedua, Kontes Kambing ini memperlombakan kategori E dan D yaitu kelas anakan pejantan dan anakan betina unggul dengan ketentuan untuk kambing jantan tinggi maksimal 65 cm sedangkan untuk kambing betina dengan tinggi maksimal 60 cm.
Koordinator kegiatan Saiful Bachri mengatakan pada hari kedua Kontes Kambing Open kali ini mempertandingkan 2 klas yaitu kelas D dan E yaitu kelas anakan jantan dan betina. Sementara untuk sistem penilaian dalam kontes kali ini ada 12 parameter.

“Jadi untuk sistem penilaian yang diperlombakan ada 12 parameter meliputi kepala, tanduk, telinga wasung, ekor pola warna, bulu rewos putting dan juga bulu depan. Dari 12 parameter tersebut akumulasi nilai terbesar siapa terus diranking sepuluh besar, setelah itu kita saring lagi untuk menentukan juara 1, 2 dan 3,” terang Saiful.

Saiful menambahkan, kegiatan ini selain sebagai ajang silaturahmi para komunitas peternak kambing juga sebagai parameter tolak ukur sejauh mana daya pemikiran peternak untuk meningkatkan kualitas hasil dan produksi kambing yang ikut kontes.

“Yang terpenting dari kegiatan ini tentunya adalah untuk merangsang minat masyarakat untuk menggemari dunia peternakan, karena di Kabupaten Blitar sendiri mayoritas masyarakatnya banyak yang bekerja sebagai petani, jadi otomatis factor ekonomi yang sangat mendukung adalah sector peternakan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kemloko Mohammad Dhofir menambahkan, kegitan kontes kambing ini harapannya bisa menggugah minat dari para petani kakao di desanya. Menurutnya ternak kambing merupakan peluag besar bagi masyarakat di desanya dan sangat cocok untuk mengurangi limbah kulit kakao dari para petani.

“Termasuk petani kakao ini dari program bantuan Uni Eropa kan juga mendapatkan bantuan berupa kambing, namun jika tidak tau bagaimana kambing yang bagu kan eman. Makanya dari kontes ini masyarakat agar tertarik dan membudidayakan kambing-kambing unggulan. Selain itu, kambing juga sangat efektif untuk mengurangi limbah kulit kakao, kulit kakao kan baik untuk sentrat dan pertumbuhan kambing,” pugkasnya.