BALITAR.ID, Blitar – Ada yang beda dalam upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda yang digelar di Alun-alun, Kanigoro Pemerintah Kabupaten Blitar, Senin (28/10/2019).

Upacara tersebut dimeriahkan dengan pertunjukan tari kolosal budaya Jaranan Tril yang dimainkan oleh sebanyak 2.019 orang penari yang berasal dari pelajar SMA/SMK Negeri dan Swasta se Blitar raya.

Pertunjukkan tari kolosal tersebut digelar usai pelaksanaan upacara Hari Sumpah Pemuda selesai. Dengan dipandu oleh rombongan barongan, 2019 penari jaranan tril memasuki lapangan Alun-alun Kanigoro dengan diiringi dengan gending musik Jaranan Tril khas Blitar.

Ribuan pelajar tersebut nampak kompak menari mengikuti irama gamelan yang juga dimainkan oleh para siswa tersebut.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Blitar Rijanto turut serta memainkan barongan bersama dengan para penari lainnya. Pertunjukan Jaranan Tril sengaja ditampilkan sebagai kesenian khas yang erat dengan masyarakat Blitar.

“Hari ini kita semua Bangsa Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda. Yang mana termasuk Kabupaten Blitar kita adakan upacara bendera, pasca upacara, kita langsung ada suguhan tari kolosal yang sangat luar biasa yakni tari kolosal Jaranan Tril yang dimainkan siswa siswi SMA/SMK negeri dan swasta yang dimaninkan 2019 orang penari dari 95 sekolah terlibat dalam tari kolosal ini,” ungkap Bupati Blitar Rijanto saat ditemui BALITAR.ID usai pertunjukan jaranan trail selesai.

Bupati mengatakan, tarian jaranan adalah Jaranan Tril yang merupakan warisan budaya khas Blitar. Pemkab Blitar akan terus melestarikan Jaranan Tril itu, salah satunya dengan menjadikan tari itu sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

“Jadi Jaranan Tril itu ada jaranannya, ada barongannya, ada celengannya, inilah yang sebenarnya ingin kita lestarikan betul. Jaranan Tril ini juga yang pernah kita bawa ke Los Angeles untuk tampil di sana. Ini yang kita angkat sebagai jaranan khasnya Blitar,” tambahnya.

Bupati mengatakan, melalui pementasan Tari Kolosal itu, diharapkan rasa cinta pemuda terhadap budaya warisan leluhur semakin terpupuk. Menurutnya, rasa cinta terhadap budaya khas Blitar harus ditanamkan sejak dini pada pemuda sehingga mereka betul betul menjadi pewaris budaya dan selalu melestarikannya.

“Ya ini kan suguhan dari anak-anak muda kita, yang mana mereka bagian dari pemuda. Maka tidak salah manakala di Hari Sumpah Pemuda ini mereka berpartisipasi untuk tari Jaranan Tril khas Blitar. Semoga nanti mereka menjadi orang hebat untuk melestarikan budaya,” tegas Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disarbudpora) Suhendro Winarso mengatakan, Kesenian Jaranan Tril sengaja diangkat menjadi kesenian kolosal khas Blitar. Dimana ketika Jaranan Tril ini ditampilkan maka kebanyakan masyarakat mengatakan ini dari Blitar.

“Jadi dalam masyarakat jawa ini kan banyak berkembang jaranan dengan berbagai coraknya. Nah, saat ini dari Dinas Parbudpora sedang bekerja sama dengan budayawan dan sejarawan untuk membuat kajian secara akademis bahwa ciri khas dari jaranan tril itu sendiri dan benar-benar otentik dari Blitar. Meski masih dalam proses kajian, tapi sudah berkembang dalam masyarakat bahwa ketika Jaranan Tril ini ditampilkan maka kebanyakan masyarakat mengatakan ini dari Blitar atau khas Blitar,” tandasnya.