BALITAR.ID, Blitar – Menyongsong Hari Jadi Kabupaten Blitar yang ke 695 Pemkab Blitar kembali menggelar perhelatan Festival Panji Nusantara. Bertempat di Amphitheater Penataran, festival tahunan ini dimeriahkan oleh seniman Panji dari berbagai daerah termasuk Tari Porem Bulkiyo dari Blitar, Tari Dewi Sekartaji dari ISI Surakarta, Tari Topeng dari Kutai Kartanegara, Tari Wayang Thengul Bojonegoro, dan Pembacaan Puisi Panji Teater Etnika.

Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Kesenian Dirjen Pendidikan dan Kebudayaan RI Restu Gunawan, Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Jawa Timur Sinarto, Bupati Blitar yang diwakili oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Blitar Tuti Komaryati beserta OPD terkait dan jajaran Forkompimda Kabupaten Blitar.

Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Jawa Timur Sinarto mengatakan, acara Festival Panji Nusantara yang telah digelar tahun ketiga ini semakin meriah dari tahun ke tahun, setelah saya amati ada nilai yang ditinggalkan oleh para pendahulu kita.

“Kita seakan dijajah oleh bangsa kita sendiri pada ketidaksukaan budaya asli Indonesia, maka mental itu yang harusnya kita tinggalkan. Kami di Jawa Timur dan seluruh pemerintah Kabupaten dan Kota untuk mekspose kekuatan-kekuatan lokal yang bisa menjadikan kita bangga dan punya jati diri seperti halnya budaya Panji,” tegasnya.

View this post on Instagram

Festival Panji Nusantara Hari Pertama Hari Jadi Kabupaten Blitar yang ke 695 Pemkab Blitar kembali menggelar perhelatan Festival Panji Nusantara. Bertempat di Amphitheater Penataran Nglegok Blitar, festival tahunan ini dimeriahkan oleh seniman Panji dari berbagai daerah termasuk Tari Porem Bulkiyo dari Blitar, Tari Dewi Sekartaji dari ISI Surakarta, Tari Topeng dari Kutai Kartanegara, Tari Wayang Thengul Bojonegoro, dan Pembacaan Puisi Panji Teater Etnika. Selasa (9/7/2019). . Cerita Panji merupakan cerita asli Nusantara dan berasal dari Jawa Timur yang mengkisahkan Raden Panji Inu Kertapati atau lebih dikenal Panji Asmoro Bangun dari kerajaan Jenggala dan Dewi Sekartaji dari Panjalu. Cerita ini banyak berkembang pada akhir abad ke- 13 pada masa Majapahit dan digaungkan oleh Patih Gajahmada untuk menunjukkan eksistensi budaya asli Nusantara ditengah pesatnya pengaruh hegemoni budaya Hindu-Buddha di Nusantara. . Perlu diketahui cerita panji juga terdapat pada relief Candi Penataran yang mengisahakan tentang Bubhuksah dan Gagang Aking. Maka untuk melestarikan dan memajukan budaya asli Nusantara tersebut digelar lah rangkaian acara Festival Panji Nusantara di Amphitheater Penataran tiap tahunnya. Festival Panji Nusantara kali ini akan digelar selama tiga hari mulai Selasa, 9 Juli 2019 hingga Kamis, 11 Juli 2019 mendatang. Dengan berbagai rangkaian acara dan pagelaran kesenian diantaranya pada hari Kamis besok akan ada Seminar Panji, Festival Kuliner, Tari Anak-anak, Pemutaran Film Panji, Pagelaran Kesenian Sanggar Jaka Baru dari Jawa Barat, Reog Bulkiyo dan Juga Dramatari Sang Setyawan. Sementara di hari terakhir akan ada ditutup dengan pagelaran Ludruk Blitaran dengan pemain antara lain Bupati dan . #amazingblitar #kitakompakbisa #festivalpanjinusantara2019 #penataran #porembulkiyo #reogbulkiyo #panjinusantara #budayaindonesia #blitarbangga  #wisatablitarkab #pemkabblitar #amazingblitar #pesonaindonesia #blitar #eventblitar #blitarasyik #blitarpunya #blitarhits #blitarevent #blitarexplore #blitar #blitarkekinian #balitar.id #balitar #wisatablitar #pokdarwis #pokdarwisblitar #blitarraya #lintaskomunitasblitar #Infoblitar #shareblitar #komunitasblitar #regrann

A post shared by BALITAR.ID Official® (@balitar.id_official) on

 

Ia menambahkan, Blitar juga memiliki budaya yang sangat kuat dimana Blitar menjadi tempat lahirnya para pemimpin-pemimpin hebat. Menurutnya Blitar menjadi pelopor budaya untuk kota dan kabupaten disekitarnya.

“Jika Panji diawali dari Blitar untuk 3-4 hari kedepan harapannya bisa Festival Panji menjadi inspirasi bagi Kediri, Tulungagung, Malang dan kota kabupaten yang lain,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Kesenian Dirjen Pendidikan dan Kebudayaan RI, Restu Gunawan sangat mengapresiasi masyarakat Blitar dan semua pengunjung yang hadir karena telah megenalkan budaya panji sejak dini pada generasi penerus. Menurutnya dengan pendidikan budaya dan jati diri bangsa sejak kecil akan memperkuat jati diri bangsa dan keragaman budaya di Indonesia.

“Kami sangat mengapresiasi bapak ibu yang hadir disini karena telah mengajak anak-anak mereka untuk melihat pagelaran budaya Festival Panji. Yang namanya kebudayaan kan memang harus dari bawah, kalo untuk orang tua paling kan untuk nostalgia. Kalau kita kenalkan pada anak-anak pasti akan ada regenerasi, pengembangan dan perlindungan budaya jati diri bangsa kita,” sambungnya.

Perlu diketahui sekilas, cerita Panji merupakan cerita asli Nusantara dan berasal dari Jawa Timur yang mengkisahkan Raden Inu Kertapati dari kerajaan Jenggala dan Dewi Sekartaji dari Panjalu. Cerita ini banyak berkembang pada akhir abad ke- 13 pada masa Majapahit dan digaungkan oleh Patih Gajahmada untuk menunjukkan eksistensi budaya asli Nusantara ditengah pesatnya pengaruh hegemoni budaya Hindu-Buddha di Nusantara.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Blitar Tuti Komaryati dalam sambutannya mengatakan, Budaya Panji sendiri memang budaya asli dari jawa timur yang banyak berkembang sejak abad 13-14 pada masa kerajaan Majapahit. Kisah Panji banyak ditemukan di relief-relief candi termasuk Candi Penataran.

“Kisah Panji sendiri merupakan kisah percintaan antara Panji Asmara Bangun dari kerajaan Jenggala dengan Dewi Sekartaji dari kerajaan Kadhiri dan banyak menyebar luas ke seluruh Nusantara bahkan hingga ke Asia tenggara. Maka kita di Kabupaten Blitar sebagai generasi pewaris menggelar Festival Panji Nusantara ini untuk memajukan Blitar lebih bermartabat dan berdaya saing,” papar Tuti.

Perlu diketahui, Festival Panji Nusantara kali ini akan digelar selama tiga hari mulai Selasa, 9 Juli 2019 hingga Kamis, 11 Juli 2019 mendatang. Dengan berbagai rangkaian acara dan pagelaran kesenian diantaranya pada hari Kamis besok akan ada Seminar Panji, Festival Kuliner, Tari Anak-anak, Pemutaran Film Panji, Pagelaran Kesenian Sanggar Jaka Baru dari Jawa Barat, Reog Bulkiyo dan Juga Dramatari Sang Setyawan.

Sementara di hari terakhir akan ada ditutup dengan pagelaran Ludruk Blitaran dengan pemain antara lain Bupati dan Forkompimda Kabupaten Blitar dan Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk dengan Dalang Ki Seno Nugroho dari Yogyakarta