BALITAR.ID, Blitar – Siraman Gong Kyai Pradah di Lodoyo Kecamatan Sutojayan merupakan satu diantara aset budaya yang dimiliki oleh Kabupaten Blitar. Budaya ini telah dilaksanakan turun temurun sejak beberapa abad silam. Bukan saja disakiskan warga lokal saja namun juga warga dari luar Blitar.

Mbah Pradah atau Kyai Pradah merupakan sosok alat musik Gamelan berupa Gong yang disucikan atau dimandikan setiap bulan Syawal dan Maulud, tepatnya pada perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 12 Rabi’ul awal tahun Hijriyah dan juga 1 Syawal.

Pada perayaan bulan syawal atau Hari Raya Idul Fitri kali ini, upacara siraman Gong Kyai Pradah akan digelar pada Kamis, 6 Juni 2019 besok.

Biasanya siraman yang digelar pada awal bulan Syawal ini tidak seramai seperti perayaan pada bulan Maulud. Meski demikian, siraman Gong Kyai Pradah tetap menjadi ritual rutin yang digelar untuk memperingati bulan-bulan yang dianggap suci oleh masyarakat jawa pada umumnya.

Upacara siraman Gong Kyai Pradah dimaksudkan sebagai sarana memohon berkah kepada kekuatan gaib atau roh leluhur yang ada di dalam Gong Kyai Pradah.

Mereka percaya bahwa air bekas siraman Gong Kyai Pradah dapat membuat awet muda dan dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Di samping itu saat upacara merupakan saat paling baik untuk membeli alat-alat pertanian karena dengan memakai alat yang dibeli saat upacara akan mendatangkan kesuburan dan tanaman akan terbebas dari hama.

Demikian pula bagi para pedagang, mereka banyak yang datang dari luar daerah Lodoyo untuk ngalap berkah atau mencari berkah. Mereka percaya meskipun pada saat upacara, dagangan tidak banyak terjual, tetapi setelah upacara berakhir, dagangan akan mudah terjual.

Pada musim kemarau, siraman ini juga sebagai sarana memohon turun hujan. Untuk masa sekarang upacara lebih dimaksudkan sebagai usaha melestarikan budaya bangsa agar tidak punah dimakan jaman, dimana upacara siraman Gong Kyai Pradah merupakan naluri masyarakat Lodoyo turun-temurun yang tidak dapat dihapus begitu saja karena sudah mendarah daging.