BALITAR ID, Blitar – ‘Olas Kembar: Ojo lungo adoh sak durunge kemput Blitar’ itulah jargon yang digaung-gaungkan oleh Pemerintah Kabupaten Blitar dan juga Badan Pariwisatanya Daerah Kabupaten Blitar akhir-akhir ini.

Sekitar seminggu dilantik oleh Bupati Blitar Rijanto bersamaan dengan launching paket wisata pelajar di Kesambi Trees Park pada Selasa, 23 Juli yang lalu, Bapparda Kabupaten Blitar terus menindak lanjuti keberlangsungan Program Paket Wisata Pelajar tersebut.

Kali ini Bapparda menggelar Pelatihan dan Sosialisasi Pemandu Wisata Program Paket Wisata Pelajar yang tujuannya tidak lain untuk melengkapi segmen edukasi pada Paket Wisata Pelajar.

Bertempat di ruang pertemuan Wisata Edukasi Kampung Coklat Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 40 orang yang terdiri dari guide dan local guide dan juga komunitas pemandu wisata Blitar, Sabtu (27/07/2019).

Kordinator Bidang Pengembangan SDM Bapparda Kabupaten Blitar, Eko Wihadi mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu langkah awal dimana pihaknya harus membangun SDM dengan mengumpulkan pemandu wisata, baik guide touring di perjalanan maupun local guide di destinasi wisata.

“Kemampuan dan kapasitas dari para guide inilah yang terus kita tingkatkan terutama untuk menyongsong sebuah konstruksi besar yang namanya Paket Wisata Pelajar Blitar Raya,” ungkap Eko saat ditemui BALITAR.ID.

Oleh karena itu, langkah awal ini tidak hanya berhenti pada peningkatan kapasitas SDM pariwisata saja. Untuk mengsukseskan Program Paket Wisata Pelajar tersebut pihaknya juga telah menyiapkan pengembangan destinasi wisata yang menjadi tujuan kunjungan wisata pelajar.

Selain itu, Bapparda juga telah menyiapkan tour leader yang nantinya akan mengemas perjalanan Paket Wisata Pelajar ini menjadi lebih menarik dari waktu ke waktu dan juga nantinya terus dimonitoring, ada evaluasi serta perbaikan-perbaikan program demi kelancaran bersama.

“Kami melihat dari perputaran pertama kita kemaren selalu kita evaluasi apa keuntungan, apa kelemahannya, apa yang perlu diupgrade lagi dan SDMnya juga terus kita berikan arahan sosialisasi dan lain sebagainya,” sambung Eko.

Ia menambahkan, di sektor pemandu wisata sendiri yang paling penting menurutnya, adalah konten kepemanduan. Banyaknya destinasi wisata di Blitar tentunya menjadi tantangan bagi pemandu untuk menguasai materi yang akan disampaikan pada peserta Paket Wisata Pelajar.

Disini kapasitas pengetahuan pemandu diharapkan bisa mencakup kebutuhan edukasi bagi para peserta yang mayoritas semua adalah pelajar, mulai dari tingkatan Paud, TK, SD, dan SMP. Bahkan tidak menutup kemungkinan wisatawan yang ditangani nantinya di tingkat sekolah menengah atas ataupun perguruan tinggi.

“Contohnya seperti kita ke Candi Sawentar, harapan kita nantinya guide bisa menjelaskan secara rinci pada wisatawan yang mereka pandu atau paling tidak menguasai 5w 1h, jadi apa, bagaimana, siapa, dimana dan kapan candi itu dibangun. Harapan kami wisatawan benar-benar mendapatkan informasi tentang edukasi yang dibutuhkan untuk dipelajari di sekolah masing-masing,” tutup Eko.

Perlu diketahui, bahwa Program Paket Wisata Pelajar ini merupakan upaya bersama Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga Kabupaten Blitar bersama Bapparda dan juga Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, untuk meningkatkan perekonomian melalui sektor pariwisata dan juga penanaman pendidikan karakter serta wawasan kebangsaan bagi masyarakat untuk mengenal mencintai dan ikut membangun daerah Kabupaten Blitar.