BALITAR.ID, Blitar – Pemulihan ekonomi pasca pandemi covid-19, Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Blitar menggelar outing program orientasi lapangan pelatihan Tata Kelola Homestay. Kegiatan orientasi lapangan tersebut dilaksanakan di Desa Wisata Pujon Kidul, Batu Malang, Kamis (3/9/2020).

Sebelumnya kegiatan pelatihan dilaksanakan selama tiga hari yang digelar mulai Senin-Rabu 30 Agustus hingga 2 September 2020. Di hari pertama dan ke dua, 50 orang peserta pengelola jasa usaha homestay dan penginapan mendapatkan pelatihan di dalam ruangan yang bertempat di Kampung Wisata Ekologis Puspa Jagad, Desa Semen Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.

Sedangkan di hari ke tiga, para peserta akan diajak terjun langsung melihat kondisi destinasi wisata di Pujon Kidul yang memang sudah berhasil.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata, Dinas Parbudpora Kabupaten Blitar, Arinal Huda menyampaikan, kegiatan pelatihan ini merupakan salah satu agenda yang wajib dilaksanakan secara tatap muka pasca pandemi Covid-19. Meski begitu, kegiatan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Pelatihan homestay ini merupakan salah satu kegiatan yang wajib dilaksanakan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) kepariwisataan. Semula banyak pelatihan yang kita anggarkan, akan tetapi adanya pandemi ini semua dialihkan untuk penanganan covid-19. Sisanya pelatihan tata kelola dan manajemen homestay saja yang bisa dilaksanakan,” kata Arinal Huda.

Pengelola usaha homestay dari Kabupaten Blitar mengikuti outing program pelatihan tata kelola homestay di Desa Wisata Pujon Kidul (Foto: Tim Kreatif Disparbudpora Kabupaten Blitar)

Menurutnya, pelatihan tersebut merupakan salah satu agenda penting untuk dilaksanakan mengingat pada era adaptasi kebiasaan baru ini sektor pariwisata mulai bisa beroperasi kembali. Oleh karena itu, potensi dan kesempatan yang ada harus dimaksimalkan oleh oara pelaku wisata. Terutama untuk menggaet wisatawan dalam daerah Blitar sendiri.

“Pada era adaptasi kebiasaan baru ini kita ingin menata dan membangkitkan kembali sektor wisata di Kabupaten Blitar. Terutama yang perlu dikuatkan yakni kesiapan seluruh sektor kepariwisataan utamanya sektor jasa usaha homestay dan penginapan untuk menerapkan protokol kesehatan. Sehingga secara bertahap nantinya perputaran ekonomi di sektor pariwisata bisa berputar krmbali seperti sediakala,” terangnya.

Para pengelola homestay dari Kabupaten Blitar belajar langsung manajemen tata kelola homestay di Desa Wisata Pujon Kidul (Foto: Tim Kreatif Disparbudpora Kabupaten Blitar)

Lebih lanjut Huda menambahkan, dari kegiatan orientasi lapangan di Pujon Kidul, Batu, Malang tersebut diharapkan para pengelola homestay bisa belajar dan melihat langsung proses manajemen tata kelola homestay yang baik sesuai standard. Dimana Desa Pujon Kidul merupakan salah satu desa wisata yang cukup terkenal dan profesional dalam mengelola destinasi wisata dan homestay.

“Disana kita mendapat banyak pemberlajaran dari pengelola desa wisata Pujon Kidul tentang tata kelola manajemen homestay dan juga pemasarannya. Bagaimana implementasi pelaksanaan tata kelola homestay. Disana kita mendapat arahan dari pengelola desa wisata dan juga bisa melihat secara langsung bagaimana proses manajemen tata kelola homestay yang baik sesuai standard,” paparnya.

Melalui pelatihan ini diharapkan, perekonomian sektor pariwisata di Kabupaten Blitar akan berangsur mengalami peningkatan. Karena kegiatan yang dilaksanakan kali ini menjadi salah satu stimulus untuk proses reaktivasi sektor pariwisata di Kabupaten Blitar.

“Harapan kita, dengan belajar ke lapangan seperti itu diharapkan para pengelola homestay di Blitar menjadi lebih yakin dan percaya diri. Harapan kita melalui pelatihan ini motivasi mereka bisa lebih sajgat lagi dan lrbih baik lagi setelah belajar langsung ke beberapa Homestay di desa wisata yang lebih maju. Dan tentunya kita sangat berharap teman-teman pengelola homestay yang ada di Blitar setelah adanya pandemi ini harus sudah memulai untuk bangkit lagi secara bertahap mengikuti sektor lainnya dengan menerapkan protokol kesehatan yang baik dan benar sehingga sektor homestay dan penginapan segera menggeliat kembali,” tuntasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here