BALITAR.ID, Blitar – ‘Trotoar Blitar Festival’ sukses memukau ribuan penonton yang datang dan menyaksikan pagelaran akbar dalam rangka peringatan Hari Jadi Blitar yang ke 695 dan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia Ke 74 pada Sabtu (03/08/2019) petang.

Event akbar ini sengaja digelar untuk menyambut kedatangan rombongan Pisowanan Agung ‘Kirab Hurub Hambangun Praja’ mulai dari kantor DPRD Kabupaten Blitar menuju pusat Pemerintahan Kabupaten Blitar di Pendopo Sasana Adi Praja.

Sebelumnya, rombongan kirab yang membawa Panji-panji Kabupaten Blitar, Kitab Sejarah Beserta Damar Hurub Hambangun Praja ini telah dikirab ke empat kiblat dan seluruh desa dan kecamatan di Kabupaten Blitar sejak 12 Juli lalu.

Acara tersebut semakin semarak dengan berbagai tampilan menarik lainnya mulai dari Fashion Show Batik Blitar, Drum-Band, Parade Mobil Hias, Tarian Mubeng Blitar dan juga perform dari artis-artis lokal.

Uniknya, selain diperagakan oleh sejumlah model profesional, parade batik juga diperagakan oleh Bupati Blitar Rijanto bersama Jajaran Forkompimda Kabupaten Blitar dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Blitar.

“Pada malam hari ini merupakan acara puncak Kirab Hurub Hambangun Praja yang mana Panji-panji Kabupaten Blitar, Kitab Sejarah dan Damar Hurub Hambangun Praja telah tiba di pusat pemerintahan Kabupaten Blitar di Pendopo Sasana Adi Praja. Even ini adalah salah satu ekspresi kebangkitan industri kreatif di Kabupaten Blitar. Dengan menampilkan ciri khas memakai trotoar sebagai panggung untuk memperagakan batik karya desainer dan pembatik di Kabupaten Blitar,” ungkap Bupati Blitar Rijanto.

Bupati menambahkan, kedepannya event ini akan rutin diselenggarakan tiap tahun sebagai malam puncak kirab Hurub Hambangun Praja dalam rangka memperingati Hari Jadi Blitar. Dan kedepannya event ini akan dinamakan ‘Blitar Palah Festival’

“Tentunya event ini akan semakin menarik kemasannya dan menjadi salah satu event yang bisa kita banggakan. Tidak menutut kemungkinan suatu saat event ini akan diminati oleh peserta-peserta dari berbagai daerah dan bahkan mancanegara. Oleh karena itu, untuk tahun depan akan saya namakan Blitar Palah Festival,” sambung bupati.

Bupati berharap dengan dikemas menjadi ‘Blitar Palah Festival’ tahun depan event ini akan lebih semarak lagi. Terlebih dengan mengadopsi dari nama asli Candi Penataran yakni Candi Palah, akan semakin membuat Blitar semakin dikenal.

“Banyak yang tidak tahu bahwa nama asli Candi Penataran adalah Candi Palah. Candi tersebut merupakan candi terbesar di Jawa Timur, peninggalan Kerajaan Kadhiri, Singhasari dan Majapahit. Dengan tadi saya launching dengan nama ‘Blitar Palah Festival’ harapannya akan mempopulerkan kembali warisan budaya dan sejarah Blitar pada masyarakat umum sehingga Blitar semakin dikenal, lebih maju dan berdaya saing,” pungkas Bupati.