BALITAR.ID, Blitar – Ribuan warga berduyun-duyun datang ke Desa Sumberagung, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar. Mereka menyemut di sepanjang Jalan Raya Sumberagung untuk menyaksikan pawai karnaval pembangunan dan parade sound system dalam rangka memperingati HUT ke 74 RI, Minggu (18/10/2018).

Panas terik matahari seakan tidak menjadi halangan bagi warga untuk menyaksikan pawai pembangunan dan parade sound system terbesar di Kabupaten Blitar tersebut. Bahkan sehari sebelumnya pada Sabtu (17/08/2019), warga sudah mulai berdatangan untuk melihat persiapan pawai.

Pawai dan karnaval ini tergolong cukup unik. Pasalnya tidak hanya menampilkan parade kreasi dan budaya saja, namun juga dikonsep dengan perpaduan pertunjukan drama atau ludruk dan diiringi dengan dentuman sound system yang menggelegar.

Kepala Desa Sumberagung Eko Harmono mengatakan, pawai budaya karnaval dan parade sound system ini merupakan agenda dua tahun sekali warga Sumberagung. Dengan iuran swadaya dan kreativitas masing-masing RT, pawai budaya karnaval dan parade sound tersebut selalu ditunggu-tunggu masyarakat Blitar dan sekitarnya.

“Pawai budaya dan karnaval ini memang agenda dua tahun sekali di Sumberagung. Jadi di tahun ganjil kita adakan pawai atau karnaval besar-besaran dan ditahun genap kita adakan hiburan bersih desa. Dengan adanya hal tersebut jadi antusiasme masyarakat sangat luar biasa, ungkap Eko saat ditemui BlitarTIMES.

Menurutnya, untuk menyiapkan pawai budaya karnaval yang spektakuler ini, warga sudah mempersiapkan segala kebutuhan karnaval sejak dua tahun sebelumnya. Yakni dengan cara iuran swadaya tiap minggu di RT-nya masing-masing.

“Rata-rata iuaran 5 ribu rupiah per KK tiap minggu sekali. Makanya dari kekompakan tersebut antusiasme masyarakat dan penonton sangat luar biasa sekali, gak heran jika dari siang hingga tengah malam pun tetep ramai” sambungnya.

Eko menambahkan, para peserta pawai sendiri tampil dengan totalitas dan rela merogoh kocek hingga puluhan juta untuk menyewa sound system tersebut. Dengan suara sound system yang menggelegar tersebut bisa didengar hingga radius beberapa kilometer.

Tak seperti pawai-pawai biasanya, pawai budaya karnaval dan parade sound system ini seakan terus menyedot warga yang berdatangan dari berbagai daerah. Mulai start pukul 13.00 WIB hingga lewat pukul 00.00 lewat tengah malam, warga masih nampak memadati sepanjang Jalan Raya Sumberagung.

Dikatakan salah satu warga asal Kecamatan Wonotirto, Nandika, bahwa dirinya jauh-jauh datang ke Sumberagung memang sengaja untuk menyaksikan kemeriahan pawai dan hentakan musik dari sound system para peserta.

“Ya penasaran, ingin melihat kemeriahan pawai karnaval dan mendengar sound yang menggelegar disini. Tahun lalu rame tapi masih rame sekarang,” tukasnya.