Jolen
Jolen krisik

BALITAR.ID, Blitar – Setiap daerah pasti punya ciri khas masing-masing ketika menggelar bersih desa, tak terkecuali di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Warga Desa Krisik punya tradisi unik dalam rangkaian kegiatan bersih desanya, yang menjadi ciri khas mereka yakni ritual Sedekah Bumi yang diikuti dengan arak-arakan Jolen dan gunungan Tumpeng hasil bumi tidak pernah ketinggalan tiap tahunnya. Jumat (5/7/2019).

Lengkap dengan pakaian adat masing-masing, warga krisik berkumpul di Telaga Rambut Monte. Ritual sedekah bumi ini diawali dengan larung sesaji, kenduri dan doa bersama lintas agama di Pepunden Rambut Monte. Setelahnya dilanjutkan dengan kirab dan parade Jolen diarak keliling kampung menuju pepunden Watu Dakon.

Menurut keterangan Kepala Desa Krisik Hari Budi Setyawan menuturkan, sedekah bumi di desanya menjadi wujud syukur kepada Tuhan dari hasil bumi yang menjadi mata pencaharian sehari-hari. Ritual ini sudah menjadi agenda wajib hajat desa yang menjadi doa perwujudan rasa syukur pada tuhan Yang Maha Esa dan penolak balak.

“Sedekah bumi atau biasa dikenal sebagai parade Jolen ini sudah menjadi ritual turun temurun warga Desa Krisik. Kendati masyarakat Desa Krisik mayoritas bekerja sebagai petani, buruh tani dan peternak maka ritual sedekah bumi ini menjadi doa dan kenduri perwujudan rasa Syukur pada tuhan Yang Maha Esa,” tutur Hari Budi.

Di Krisik, tradisi sedekah bumi ini biasanya digelar setiap pasaran Jumat Legi bulan Selo kalender Jawa. Tradisi ini biasa diperingati dengan membawa arak-arakan hasil bumi dan gunungan tumpeng yang tertata rapi diatas tandu, rangkaian hasil bumi dan tumpeng itulah yang disebut jolen oleh warga sekitar.

Penduduk setempat yakin, jolen membawa rejeki dan keberkahan bagi masyarakat dan dipercaya akan membawa panen raya dan peningkatan hasil bumi pertaniaannya. Maka sesampainya di Watu Dakon, arak-arakan jolen dan sedekah bumi yang telah didoakan jadi rebutan warga.

Uniknya, ritual sedekah Bumi di Krisik ini selalu ramai dan menjadi kegiatan yang paling di tunggu-tunggu oleh warga Gandusari dan sekitarnya. Kegiatan ini sudah menjadi ritual wajib tahunan di Desa Krisik.

Kendati desa Krisik juga terdiri dari lintas agama kepercayaan dan budaya yang berbeda-beda, sedekah bumi tetap dirayakan oleh berbagai kalangan umat beragama. Justru keberagaman budaya di Krisik semakin semarak dengan partisipasi warganya yang beraneka ragam.

“Parade Jolen dan arak-arakan sedekah bumi merupakan agenda tahunan yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat sekitar. Karena selain untuk memperingati bersih desa, kegiatan ini kita selalu menggelar hiburan wajib lainnya. Jadi sehari sebelumnya, kemaren malam ada Tayub, lalu siangnya kita menggelar Jolen ini dan nanti malam kita masih ada wayangan dan besoknya masih ada ruatan masal,” ucap Hari Budi.