BALITAR.ID, Blitar – Stasiun Besar Blitar hadir dengan wajah baru dengan kehadiran Patung Ir. Soekarno atau Bung Karno yang diresmikan oleh Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia, Edi Sukmoro pada Rabu (11/12/2019) sore.

Patung Bung Karno tersebut nampak gagah di ruang utama pintu masuk stasiun. Dengan posisi duduk menyilangkan kaki sambil memegang pena serta gulungan kertas. Patung tersebut terbuat dari bahan dasar resin dengan skala 1 ; 1,6 meter dan di kerjakan oleh seniman patung terkenal Ketut Winata dari Bali.

“Bung Karno merupakan bapak pendiri bangsa ini. Patung ini sebagai penghargaan kami atas jasa-jasa beliau untuk bangsa,” kata Edi Sukmoro usai meresmikan patung Bung Karno di Stasiun Blitar.

Dia menambahkan, Kehadiran Patung Bung Karno di ruang utama pintu masuk Stasiun Blitar ini sekaligus menjadi patung pertama yang dibangun di dalam Stasiun Kereta Api di Indonesia. Patung tersebut sengaja dibangun di Stasiun Blitar agar menambah daya tarik dan menjadi icon di Blitar.

Patung Bung Karno di Stasiun Blitar menjadi daya tarik tersendiri untuk berswa foto.

“Patung Bung Karno ini sekaligus menjadi patung pertama di Indonesia yang dibangun di dalam Stasiun. Diharapkan dengan diresmikan patung tersebut akan menjadi daya tarik tersendiri bagi warga masyarakat  untuk berkunjung ke Blitar dengan menggunakan kereta api sebagai mode transportasi andalan bagi warga masyarakat Blitar dan sekitarnya,” tutur Edi.

Lebih lanjut Edi mengatakan, PT. KAI memilih meletakan patung Bung Karno di Stasiun Blitar karena Blitar dianggap sebagai tempat istimewa karena menjadi peristirahatan terakhir Bung Karno. Ruang utama Stasiun Blitar itu juga dihiasi dengan lukisan dan foto Bung Karno. Sejumlah kata mutiara dari Bung Karno juga ditulis di dinding ruangan.

“Patung ini diharapkan dapat menjadi semangat bagi masyarakat untuk mencontoh perjuangan Bung Karno dalam menyatukan Indonesia. Sebab, makam Bung Karno juga berada di Kota Blitar. Bung Karno dulu juga sangat dekat dengan kereta api. Kami berharap masyarakat dapat mencontoh semangat Bung Karno. Masyarakat juga semakin nyaman berkunjung di Stasiun Blitar,” katanya.

Selain meresmikan patung, dalam kesempatan itu, Edi juga memeriksa kesiapan angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019/2020 di wilayah Daop 7 Madiun. PT KAI telah menetapkan masa angkutan Nataru 2019/2020 selama 18 hari mulai 19 Desember 2019-5 Januari 2020.

Pengecekan dilakukan mulai dari kesiapan jalur, stasiun, pelayanan, hingga sumber daya manusia. Edi meminta seluruh pegawai KAI agar memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat.

PT. KAI memprediksi akan ada kenaikan volume penumpang kereta api pada angkutan Nataru 2019. Volume penumpang kereta api pada angkutan Nataru 2019 diperkirakan mencapai 5,9 juta penumpang atau naik 4 persen dibanding angkutan Nataru 2018, yaitu sekitar 5,6 juta penumpang.











LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here