BALITAR.ID, Blitar – Tanaman Herbal dan rempah-rempah merupakan salah satu kekayaan Indonesia yang sudah ditemukan sejak jaman nenek moyang. Itulah sebabnya, dahulu Negara kita menjadi wilayah yang dilirik oleh bangsa asing karena kekayaan Sumber Daya Alam-nya yang meliputi tanaman rempah yang tentu saja mempunyai kandungan yang bermanfaat bagi tubuh dan sistem imun manusia.

Salah satu tanaman herbal yang memiliki khasiat menyembuhkan berbagai macam penyakit ini adalah tanaman turi putih. Turi putih sendiri tak banyak diketahui oleh khalayak ramai. Tetapi di Jawa Timur, tanaman ini dikenal sebagai tanaman hias ataupun tanaman pelindung di sawah-sawah. Beberapa orang menggunakan tanaman turi putih ini sebagai tanaman yang bunganya cocok dijadikan sayur pelengkap dalam salah satu masakan tradisional jawa timur, yakni pecel.

Tanaman yang memiliki nama latin Sesbania Grandiflora ini diduga sebagai tanaman yang populasinya banyak ditemukan di Asia Selatan dan Asia Tenggara, dan saat ini tanaman ini sudah menyebar di beberapa Negara tropis. Untuk khasiatnya sendiri, tanaman ini bisa digunakan untuk obat mencret, disentri, sariawan. Kulit kayunya bisa dijadikan untuk obat luka, berak darah, radang, memar dan bengkak-bengkak. Berdasarkan penelitian, tanaman turi ini memiliki kandungan zat pewarna utama, yakni agatin dan zantoagin. Dan berguna sebagai astringen. Bijinya mengandung 70% protein dan daunnya bisa digunakan sebagai pengganti sabun pencuci pakaian. Semua bagian dalam tanaman ini mengandung vitamin A yang bisa digunakan untuk menyembuhkan rabun senja. Akarnya juga mengandung bahan-bahan aktif yang bersifat antibacteria.

Di Kabupaten Blitar Jawa Timur, terdapat sebuah tempat wisata edukasi herbal dimana salah satu tanaman herbal yakni turi putih berhasil dibudidaya dan dikembangkan dengan ide-ide kreatif. Tempat ini bernama Kampung Toga yang terletak di Dusun Kebonagung. Toga sendiri merupakan istilah umum, singkatan dari tanaman obat keluarga yang tidak asing ditelinga masyarakat Indonesia. Kampung ini berdiri atas usaha dan kerja keras salah seorang warga setempat bernama Ibu Nur yang awalnya hanya ingin membantu mengatasi permasalahan ekonomi dengan memanfaatkan tanaman-tanaman herbal yang tumbuh di sekitar lingkungan tempat tinggal beliau. Inisiatif Ibu Nur ini muncul karena rasa keprihatinan beliau terhadap kebiasaan masyarakat era sekarang yang selalu bergantung pada fasilitas medis seperti pergi ke dokter untuk masalah kesehatan yang terkadang tidak terlalu berat. Beliau juga melihat banyaknya konsumsi minuman dan makanan kemasan instan yang tidak sehat, yang pastinya mengandung banyak zat natrium yang jika dikonsumsi setiap hari bisa mengakibatkan penyakit berat seperti kanker. Dan berawal dari bentuk keprihatinan beliau lah, akhirnya ide-ide kreatif muncul, seperti membuat makanan dan minuman berbahan dasar tanaman herbal yang memiliki segudang manfaat tersebut.

Melihat berbagai manfaat besar yang didapatkan dari tanaman-tanaman herbal ini, usaha yang dirintis oleh Ibu Nur sendiri pada awal 2013 ini sekarang telah meluas dan merambah ke lingkungan sekitar beliau. Mulai dari proses budidaya hingga prosedur penjualan produk dengan system titip jual mulai berkembang ke lingkungan sekitar beliau. Bahkan Ibu Nur sendiri sering mendapat kunjungan dari pihak Dinas Kesehatan untuk melakukan berbagai seminar sosialiasi tentang pentingnya tanaman obat keluarga beserta manfaatnya. Selain itu Ibu Nur ini juga tergabung dalam POKDARWIS, sehingga beliau bisa memiliki paket wisata sendiri yang diperuntukkan bagi pelajar-pelajar SD, SMP, SMA hingga tingkat Mahasiswa.

Tentu saja salah satu tanaman herbal yang menjadi ikon di Kampung toga ini adalah tanaman turi putih. Di Kampung Toga ini, pengunjung bisa mencicipi berbagai olahan yang sangat lezat yang tentu saja dibuat dari tanaman obat keluarga seperti turi putih, pastinya dengan harga yang cukup terjangkau. Salah satu contoh olahan yang layak untuk dicicipi adalah cilot. Dengan tekstur yang lembut, hangat dan rasa yang cukup pedas, pas dijadikan cemilan yang kaya akan manfaat. Selain kita bisa mencicipi olahan lain yang ada di Kampung Toga ini seperti keripik, jus herbal dll. Disini kita juga akan disuguhkan berbagai informasi mengenai prosedur pembudidayaan tanaman toga. Jika sebelumnya kita tidak banyak tahu tentang manfaat tanaman toga, disini kita bisa tahu tentang manfaat tanaman toga mulai dari akar hingga daunnya. Bahkan untuk beberapa orang yang tidak asing dengan tanaman toga pun akan mendapatkan pengetahuan baru seperti prosedur penanaman yang benar, hingga pengolahan tanaman toga. Menurut Ibu Nur yang tentu saja telah berpengalaman dengan budidaya tanaman toga ini, meskipun tanaman toga ini aman dikonsumsi, tetapi tetap diperlukan dosis yang tepat untuk penggunaanya. Informasi yang diberikan akan sangat memberikan manfaat bagi masyarakat yang selama ini tidak memiliki pengetahuan yang cukup dalam mengolah dan mengkonsumsi tanaman herbal.

Untuk masyarakat yang ingin tahu lebih dalam tentang berbagai Tanaman herbal, bisa berkunjung ke Kampung Toga langsung ke alamat nya yakni di Jl. Dusun Kebonagung RT. 05 / RW. 01 Kebonagung 2, Kebonagung, Jawa Timur 66155 (0856-0836-0263)

Atau bisa melalui nomer kontak POKDARWIS di line Telp/Sms/Whatsapp            : 0858-0654-7878 (Arif) atau dengan mengirim email langsung ke pokdarwisblitar@gmail.com.